Paparan merkuri (Hg) dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang serius karena bersifat toksik bagi sistem tubuh manusia dan hewan. Dampak yang paling dominan terjadi pada sistem saraf, seperti gangguan kognitif, tremor, kelemahan otot, serta gangguan sensorik. Selain itu, paparan Hg terutama sejak masa prenatal dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan saraf dan kesulitan belajar pada anak. Hg juga berdampak pada organ lain, termasuk ginjal, sistem kardiovaskular, dan sistem imun. Sebagai kontaminan lingkungan berbahaya, kasus keracunan Hg ditemukan baik di negara maju maupun berkembang, termasuk di Indonesia, terutama akibat aktivitas pertambangan emas dan rendahnya kesadaran serta regulasi terhadap bahaya merkuri.
Di Bengkulu, masyarakat secara tradisional memanfaatkan tanaman honje hutan (Etlingera hemisphaerica) sebagai obat herbal. Tanaman dari famili Zingiberaceae ini diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun E. hemisphaerica (LE3H) mampu menurunkan kadar glukosa dan trigliserida darah, serta memberikan efek protektif terhadap kerusakan hati akibat paparan merkuri. Studi lain juga melaporkan bahwa LE3H dapat menstabilkan jumlah sel darah dan profil protein serum yang terganggu akibat induksi merkuri klorida (HgClâ‚‚), sehingga berpotensi menjadi agen pelindung terhadap toksisitas merkuri.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek ekstrak etanol daun Etlingera hemisphaerica (LE3H) dalam memulihkan intensitas dan ekspresi protein serum pada Rattus norvegicus yang sebelumnya diinduksi oleh merkuri klorida (HgClâ‚‚), sebagai upaya mengevaluasi potensi LE3H dalam mengurangi dampak toksik sistemik akibat paparan merkuri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan merkuri klorida (HgClâ‚‚) menyebabkan perubahan signifikan pada intensitas protein serum Rattus norvegicus. Empat spot protein serum, yaitu D, F, H, dan K yang didominasi oleh apolipoprotein E serta protein sitoskeletal mengalami peningkatan intensitas setelah induksi HgClâ‚‚, namun pemberian ekstrak etanol daun Etlingera hemisphaerica (LE3H) mampu menurunkan intensitas protein-protein tersebut hingga mendekati kondisi kontrol. Sebaliknya, empat spot protein serum lainnya, yaitu L, M, O, dan P yang mencakup protein hemoglobin, imunoglobulin, dan glikoprotein plasma mengalami penurunan intensitas akibat paparan HgClâ‚‚. Pemberian LE3H terbukti meningkatkan kembali intensitas protein-protein tersebut menuju tingkat normal. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa LE3H berpotensi sebagai agen herbal protektif yang mampu memitigasi toksisitas sistemik akibat merkuri melalui modulasi ekspresi protein serum.
Aceng Ruyani, Deni Parlindungan, Dian Samitra, Ziko Fahrur Rozi, Abdul Rohim Tualeka, Dimas Rahadian Aji Muhammad and Ari Diana Susanti
Open Veterinary Journal, (2025), Vol. 15(9): 4601-4616 “ 30 September 2025





