Masyarakat Bali telah lama memanfaatkan tanaman obat untuk pengobatan. Praktik ini terdokumentasi dalam naskah lontar yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang disebut usadha. Naskah lontar tersebut berisi pengobatan tradisional yang merinci bahan obat, formulasi, jenis obat herbal, dan aplikasinya, serta penerapannya oleh masyarakat Bali selama ratusan tahun. Lontar usadha bali ini mencakup serangkaian pengobatan konvensional yang komprehensif untuk berbagai penyakit, termasuk penyakit menular, masalah organ dalam, kesehatan reproduksi, keracunan, dan penyakit umum yang menyerang bayi dan anak-anak. Informasi mengenai tanaman obat yang didokumentasikan dalam buku-buku ini, data ilmiah mengenai khasiat dan formulasi standar masih perlu ditingkatkan di berbagai wilayah di Bali. Sebagian besar pengetahuan yang terkandung dalam lontar hanya diketahui oleh para praktisi pengobatan tradisional. Maka diperlukan kajian dan dokumentasi keanekaragaman tanaman obat yang digunakan dalam usadha langka di Provinsi Bali, Indonesia.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan praktisi pengobatan tradisional yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2024, serta data yang berhasil dikumpulkan meliputi jenis tanaman, nama daerah, nama latin, bagian yang digunakan, cara pengaplikasian, dan penyakit yang diobati. Data yang terkumpul dianalisis secara subyektif dan kuantitatif dengan menggunakan diagram, grafik, dan tabel, kemudian digunakan Nilai Guna untuk menilai hasilnya.
Penelitian menunjukkan terdapat 65 jenis tanaman obat dari 34 famili yang berhasil diidentifikasi dalam pengobatan langka usadha. Famili tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan oleh praktisi pengobatan tradisional antara lain Zingiberaceae (12,31%), Asteraceae (7,69%), serta Apiaceae, Apocynaceae, Euphorbiaceae, Menispermaceae, Piperaceae, dan Rubiaceae masing-masing sebesar 4,62%. Dalam kebanyakan kasus, daun lebih banyak digunakan, diikuti oleh buah, kulit kayu, rimpang, dan bunga. Merebus dan menumbuk merupakan cara dasar pembuatan sediaan dari tanaman obat, sedangkan penggunaan luar secara topikal merupakan cara pemberian obat yang paling umum dilakukan pada bayi dan anak-anak. Tanaman obat sering digunakan untuk mengobati demam, diare, kembung, dan menghangatkan badan, meredakan batuk dan sakit gigi, serta menyembuhkan luka pada anak-anak.
Meskipun penelitian ini telah berhasil mendokumentasikan penggunaan tanaman obat dalam budaya penyembuhan tradisional, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bioaktivitas dalam mengobati kondisi seperti diare dan demam. Tanaman obat ini mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar.
Penulis: Teguh Hari Sucipto, I Gede Widhiantara, Putu Angga Wiradana, dkk.
Judul Artikel: Ethnopharmacological study of medicinal plants used on usadha rare remedies in Bali Province, Indonesia
Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di:
Baca juga: Aktivitas Ekstrak Manggis terhadap Virus Demam Berdarah Dengue





