Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-Cov-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) yang berlangsung dua tahun yang lalu telah menyebabkan kematian lebih dari 6 juta orang di seluruh dunia. Penyebab utama mortalitas pada infeksi Covid-19 adalah hiperkoagulopati. Pasien dengan hiperkoagulopati menunjukkan hasil tes darah yang abnormal diantaranya adalah peningkatan nilai D-dimer, trombositopenia, dan pemanjangan prothrombin time (PT). Nilai D-dimer yang meningkat, dapat menyebabkan risiko kejadian tromboemboli seperti emboli paru, stroke iskemik, dan infark miokard.
Enoksaparin merupakan antikoagulan golongan low-molecular-weight heparin (LMWH) yang digunakan untuk mencegah kejadian tromboemboli pada pasien Covid-19. Pemberian antikoagulan terutama enoxaparin mampu menurunkan risiko mortalitas tanpa disertai peningkatan risiko perdarahan sehingga pemberiannya dianjurkan untuk dilakukan pada semua pasien rawat inap. Namun, hasil studi mengenai efektivitas enoksaparin dalam memperbaiki luaran pasien masih menjadi perdebatan. Penelitian lain menyebutkan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas enoksaparin, diantaranya adalah BMI, dosis enoksaparin, jenis kelamin, dan derajat keparahan Covid-19. Dosis enoksaparin yang digunakan meliputi dosis profilaksis (1 x 40 mg atau 1×60 mg), intermediet ( 1 x 60 mg atau 2 x 40 mg), dan terapeutik ( 2 x 60 mg). Pemilihan dosis ditentukan oleh derajat keparahan Covid-19. Penelitian lain menyebutkan derajat keparahan Covid-19 ditentukan oleh usia, komorbiditas, jenis kelamin, dan BMI.
Penelitian bertujuan menganalisis faktor -faktor yang mempengaruhi efektivitas enoksaparin. Uji analisis menggunakan path analysis dengan software SmartPLS 3.0 untuk mengetahui pengaruh usia, jenis kelamin, komorbiditas, BMI, derajat keparahan pasien, dan dosis enoksaparin terhadap parameter koagulasi (nilai D-dimer dan platelet), inflamasi (CRP), dan luaran klinis (kematian, length of stay (LOS), penggunaan ventilator). Penelitian dilakukan pada pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dirawat inap di RS Santo Borromeus pada periode November 2020- April 2021.
Hasil uji path analysis menunjukkan usia, BMI, dan komorbid mempengaruhi derajat keparahan pasien (p<0,05). Derajat keparahan penyakit menunjukkan pengaruh kuat terhadap dosis enoksaparin (p=0,000). Dosis enoksaparin berpengaruh terhadap parameter nilai platelet, penggunaan ventilator, dan kematian (p<0,05). Faktor jenis kelamin tidak mempengaruhi derajat keparahan pasien dan dosis enoksaparin tidak mempengaruhi LOS, nilai CRP, dan nilai D-dimer.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis merupakan faktor utama yang mempengaruhi efektivitas enoksaparin atas koagulasi, inflamasi, dan luaran klinik. Dosis dipengaruhi oleh derajat keparahan penyakit, yang tingkat keparahannya ditentukan oleh usia, BMI, dan komorbid.
Penulis: Budi Suprapti
Jurnal: Analysis of factors affecting enoxaparin effectiveness on coagulation, inflammation, and clinical outcomes in patients with COVID-19 [Anlisis de los factores que afectan a la eficacia de la enoxaparina sobre la coagulacin, la inflamacin y los resultados clnicos en pacientes con COVID-19]





