Kanker payudara sebagai salah satu penyebab permasalah global di dunia. Sebanyak 11,7% kasus baru dan 6,9% kasus kematian dari semua jenis kanker berdasarkan data WHO tahun 2020. Indonesia sendiri menempati urutan kedua dari kasus baru kanker payudara sebesar 11,5% dan urutan kelima angka kematian sebesar 6,6% dari semua jenis kanker. Obat antikanker yang sudah beredar dipasaran seperti Tamoxifen masih memiliki berbagai efek samping dan resistensi obat. Hal tersebut melatarbelakangi para peneliti untuk mengembangkan senyawa baru yang berasal dari tanaman herbal.
Indonesia sebagai salah satu negara tropis mudah ditumbuhi berbagai jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai pengobatan seperti rimpang temu kunci. Tanaman yang familiar sebagai bumbu dapur ini, ternyata sudah cukup banyak diteliti potensinya untuk pengobatan. Kandungan senyawa aktif pinostrobin menjadikannya terus dikembangkan menjadi senyawa antikanker payudara. Namun seiring dengan banyaknya penelitian antikanker payudara, diketahui potensinya masih rendah dibanding dengan obat-obatan dipasaran. Dalam rangka memperbaiki potensi aktivitas dan selektivitas sebagai antikanker payudara dilakukan pengembangan obat berbahan pinostrobin melalui modifikasi struktur dalam menghasilkan turunan 5-O-asetilpinostrobin.
Para dosen peneliti dari Fakultas Farmasi, 51动漫 yang terdiri dari Prof. Dr. Apt. Siswandono, MS. dan Dr. apt. Tri Widiandani, S.Si.,Sp.FRS bersama mahasiswa program doktoral Anita Puspa Widiyana mengembangakan potensi antikanker payudara dari turunan 5-O-asetilpinostrobin melalui pendekatan bioinformatika. Pendekatan bioinformatika terdiri dari prediksi kemiripan obat secara oral, aktivitas antikanker payudara, dan pengaruh parameter fisikokimia terhadap nilai farmakokinetika (klirens total) yang telah diuji pada 20 senyawa turunan. Penentuan prediksi kemiripan obat dengan program ChemDraw 3D, aktivitas dengan AutoDock Tools, dan farmakokinetika dengan pkCSM. Kedua puluh senyawa turunan 5-O-asetilpinostrobin memenuhi persyaratan kemiripan obat sehingga diprediksikan semua senyawa hasil modifikasi memiliki bioavailabiltas yang baik dan potensial untuk dikembangkan sebagai obat oral berdasarkan hukum 5 Lipinski, Veber, dan Ghose. Hasil pengujian aktivitas antikanker payudara melalui metode penambatan molekul diketahui terdapat 5 senyawa yang potensial memiliki nilai prediksi aktivitas yang terbaik yaitu 5-O-4-(dimetilamino)benzoilpinostrobin, 5-O-2-fenilasetilpinostrobin, 5-O-3-fenilpropanoilpinostrobin, 5-O-sikloheksankarbonilpinostrobin, dan 5-O-siklobutankarbonilpinostrobin dengan nilai energi bebas ikatan (螖G) sebesar -7,86; -7,77; -7.57; -7.31, dan-6.96 kkal/mol serta nilai konstanta hambatan (Ki) sebesar 1,73; 2,02; 2,82; 4,37, dan 7.88 mM, secara berurutan. Pengaruh parameter fisikokimia terhadap nilai farmakokinetika terutama klirens total dilakukan pendekatan dengan metode Hubungan Kuantitatif Struktur-Properti atau dikenal dengan HKSP. Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui pengaruhnya positif atau negatif. Hasil studi HKSP menunjukkan bahwa terdapat tiga parameter fisikokimia yang paling berpengaruh terhadap klirens total yaitu jumlah jumlah ikatan rotasi (nRB), reaktivitas molar (MR), dan koefesien partisi (Log P). Peningkatan nilai nRB dan Log P serta penurunan nilai MR berpengaruh terhadap peningkatan klirens total.
Pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa senyawa 5-O-4-(dimetilamino)benzoilpinostrobin, 5-O-2-fenilasetilpinostrobin, 5-O-3-fenilpropanoilpinostrobin, 5-O-sikloheksankarbonilpinostrobin, dan 5-O-siklobutankarbonilpinostrobin potensial untuk disintesis dan diuji aktivitasnya secara in vitro pada sel kanker payudara sebagai kandidat obat kanker payudara.
CATATAN :
Disari dari artikel pada :
Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research (Sebelumnya dikenal sebagai: Eurasian Chemical Communications), Vol 5 (2023) 1194-1203
Link jurnal:
Link:
Corresponding Author:
Siswandono





