Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) merupakan elemen penting dalam menunjukkan akuntabilitas sosial bank syariah. ISR tidak hanya berfungsi sebagai pelaporan tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk menegakkan prinsip-prinsip Islam dalam operasional perbankan. ISR mencakup berbagai aspek, seperti zakat, shadaqah, dan transaksi yang sesuai dengan syariah. Namun demikian, tingkat pengungkapan ISR di bank syariah di Indonesia masih menunjukkan variasi yang signifikan. Hal ini memunculkan pertanyaan, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pengungkapan ISR tersebut?
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh beberapa faktor terhadap pengungkapan ISR, yaitu profitabilitas, ukuran bank, usia bank, rasio utang terhadap aset, dan dana syirkah sementara. Penelitian ini menggunakan data dari laporan tahunan bank syariah di Indonesia selama periode 2016 hingga 2021. Dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi data panel, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait hubungan antara faktor-faktor tersebut dan tingkat pengungkapan ISR.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua faktor yang diteliti memberikan pengaruh signifikan. Pertama, profitabilitas dan ukuran bank ternyata tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengungkapan ISR. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat transparansi bank syariah dalam pengungkapan ISR tidak bergantung pada besar kecilnya aset ataupun tingkat profitabilitas bank tersebut. Kedua, usia bank memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan ISR. Bank yang lebih tua cenderung memiliki praktik pengungkapan ISR yang lebih baik karena pengalaman dan rekam jejak mereka dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Ketiga, rasio utang terhadap aset menunjukkan pengaruh positif, tetapi tidak signifikan. Terakhir, dana syirkah sementara terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan ISR, mengindikasikan bahwa bank dengan jumlah dana syirkah yang lebih besar lebih terdorong untuk menunjukkan akuntabilitasnya kepada masyarakat.
Implikasi dari penelitian ini sangat penting bagi berbagai pihak. Bagi regulator, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang mendorong transparansi dan akuntabilitas bank syariah, terutama dalam hal pengungkapan ISR. Bagi masyarakat, temuan ini dapat membantu dalam meningkatkan kepercayaan terhadap bank syariah, terutama bank yang telah memiliki rekam jejak yang baik dalam pengungkapan ISR. Selain itu, penelitian ini juga memberikan wawasan bagi pengelola bank syariah untuk lebih berkomitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial sesuai dengan prinsip syariah.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengungkapan ISR tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai etis dan keberlanjutan operasional perbankan syariah. Dengan memperhatikan hasil penelitian ini, diharapkan praktik pengungkapan ISR di bank syariah Indonesia dapat semakin meningkat, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.
Penulis: Puji Sucia Sukmaningrum
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada:
Sukmaningrum, P. S., Dali, N. R. S. B. M., Madyan, M., Laila, N., & Widiastuti, T. (2024). Investor behavior and stock prices: An event study from covid-19 outbreak in Indonesia. al-Uqud: Journal of Islamic Economics, 8(2).





