51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Nanopartikel Centella Asiatica sebagai Penghambat Asetilkolinesterase yang Potensial

Sumber: iStock
Sumber: iStock

Gangguan kognitif, yang disebabkan oleh perubahan neurokognitif dan neuroinflamasi, memengaruhi 65,6 juta orang lanjut usia di seluruh dunia dan dapat mengganggu kualitas hidup mereka. Centella asiatica dikenal karena potensi neuroprotektifnya karena senyawa aktifnya. Polietilen glikol 400 (PEG-400) digunakan untuk mencapai sistem penghantaran obat yang efektif dari ekstrak Centella asiatica, memfasilitasi penghambatan jalur pensinyalan apoptosis dan memungkinkan agen neuroprotektif untuk melewati sawar darah-otak (BBB). Dari latar belakang di atas, maka Nathania, Selvina Cindy Kusumaningrum, Feranita Kumalasari dibawah bimbingan Dr. Reny I™tishom, M.Si  dari Fakultas Kedokteran 51¶¯Âþ dan Dr. Ria Margiana, dr.,M.Biomed dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melakukan penelitian tentang sifat hambatan asetilkolisterase dari Centella asiatica sebagai agen terapeutik potensial untuk penurunan kognitif.

Penelitian ini melibatkan beberapa tahap pengujian, termasuk kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi senyawa aktif (misalnya, triptamin, γ-sitosterol, dan β-sitosterol) yang berkontribusi terhadap peningkatan fungsi kognitif. Uji analisis ukuran partikel (PSA) dilakukan pada tiga formulasi ekstrak dan PEG-400, dengan rasio 1:100, 100:1, dan 1:1, untuk menentukan formulasi optimal untuk pengujian selanjutnya. Scanning electron microscope (SEM) digunakan untuk mengamati morfologi dan struktur permukaan sampel, sedangkan metode Ellman digunakan untuk menguji kemampuan asetilkolin (ACh) dalam meningkatkan kemampuan kognitif. Hasilnya dianalisis deskriptif, analisis distribusi partikel, analisis varians (ANOVA), uji nonparametrik, analisis gambar, uji regresi, analisis multivariat, dan uji korelasi. Sintesis menunjukkan bahwa formulasi 1:100 menghasilkan nanopartikel berukuran ideal (5“7 nm), optimal untuk menembus BBB. Analisis PSA dan SEM mendukung temuan ini dengan menunjukkan morfologi partikel yang homogen dan komposisi kimia yang konsisten. Uji Ellman in vitro mengungkapkan tingkat penghambatan yang tinggi sebesar 97,63% untuk formulasi 100:1. Formulasi 1:1 dan 1:100 menunjukkan efektivitas yang sangat tinggi sebagai penghambat asetilkolinesterase.

Kesimpulan yang didapat dari studi ini yaitu Kombinasi PEG-400 dan ekstrak Centella asiatica memiliki potensi besar sebagai terapi farmakologis yang inovatif untuk penurunan kognitif. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan dosis yang tepat dan pengembangan temuan penelitian.

Judul Artikel: Centella asiatica nanoparticles as potential acetylcholinesterase inhibitor for cognitive decline therapy using Ellman’s method: an in vitro study

Penulis : Nathania, Selvina Cindy Kusumaningrum, Feranita Kumalasari, Ria Margiana, Reny I™tishom

Link Artikel:

AKSES CEPAT