Energi memainkan peranan penting, bahkan mungkin unsur paling penting, dalam pertumbuhan dan Pembangunan perekonomian mana pun. Komoditas energi membantu pembangunan ekonomi dengan mempercepat produktivitas, pendapatan, dan penciptaan lapangan kerja. Pentingnya energi dalam liberalisasi pasar dan globalisasi ekonomi dunia dapat dikaitkan dengan pengalaman pembangunan ekonomi tahun 1990-an, yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Ketersediaan dan akses terhadap energi merupakan prasyarat tempat bagi negara mana pun untuk mencapai industrialisasi Rumah tangga di negara berkembang sering kali memilih jenis energi yang mereka miliki berdasarkan ketersediaan dan keterjangkauannya, tidak seperti rumah tangga di negara maju yang hampir seratus persen elektrifikasinya. Mereka kebanyakan memilih bahan bakar padat seperti biomassa dibandingkan bahan bakar cair seperti bahan bakar gas cair. Mereka juga berhak memutuskan apakah akan menggunakan listrik, LPG, minyak tanah, arang, atau biomassa berdasarkan pendapatan dan ketersediaannya. Selain itu, rumah tangga juga harus memutuskan apakah akan menggunakan listrik atau tidak. Kuantitas dan kualitas energi yang dikonsumsi oleh rumah tangga berkorelasi langsung dengan dampak lokasi, gender, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan. Memilih apakah akan mengumpulkan atau membeli jenis bahan bakar tertentu mempunyai biaya peluang (opportunity cost) dan hal ini sebagian besar ditanggung oleh perempuan, yang pada umumnya mempunyai tanggung jawab untuk mengumpulkan bahan bakar tersebut. Proses pengumpulan bahan bakar menghabiskan sebagian besar waktu mereka yang seharusnya digunakan untuk kegiatan produktif lainnya, seperti pendidikan atau kegiatan yang menghasilkan pendapatan. Dalam banyak kasus, perempuan menanggung dampak kesehatan yang merugikan akibat pemilihan bahan bakar di rumah dibandingkan dengan laki-laki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penentu kebutuhan konsumsi energi rumah tangga di Negara Bagian Kebbi, Nigeria. Data untuk penelitian ini bersumber dari kepala rumah tangga di wilayah studi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penentu konsumsi energi rumah tangga dengan menggunakan enam indikator konsumsi energi (rumah tangga pengeluaran energi, listrik, LPG, minyak tanah, arang, dan biomassa). Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik biner (yang jarang digunakan dalam penelitian semacam ini) yang memperluas pemahaman kita perspektif sosial, ekonomi, dan lingkungan mengenai penggunaan energi. empiris kami strategi menunjukkan bahwa semua instrumen yang digunakan sudah sesuai Nilai skala alpha Cronbach lebih besar dari 0,9. Tingkat pendidikan ditemukan faktor signifikan dalam pengeluaran energi oleh rumah tangga, listrik, LPG, dan minyak tanah penggunaan, sementara berkorelasi negatif dengan penggunaan biomassa. Regresi logit biner Model mengungkapkan bahwa pendapatan kepala rumah tangga, ketersediaan energi berbeda pilihan, keandalan, dan keterjangkauan merupakan faktor penentu utama rumah tangga kebutuhan konsumsi energi. Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa rumah tangga berpendapatan rendah kepala yang mencakup lebih dari 60% responden sangat bergantung pada metode tradisional biomassa untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Temuan selanjutnya mengungkapkan bahwa 72,80% responden menegaskan bahwa aksesibilitas adalah salah satunya kekuatan pendorong yang menentukan pilihan energi mereka. Berdasarkan temuan tersebut, Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bentuk energi yang lebih aman serta berinvestasi lebih banyak dalam menghasilkan energi terbarukan tersedia dan terjangkau.
Penulis: Abdul-Azeez Sani Baraya, Rossanto Dwi Handoyo, Kabiru Hannafi Ibrahim and Ahmed Abdulfatahi Yusuf
Link Jurnal : Determinants of households™ energy consumption in Kebbi State Nigeria





