51动漫

51动漫 Official Website

Faktor Penentu Loyalitas Nasabah Bank Syariah Indonesia Setelah Merger Berdasarkan Metode Confirmatory Factor Analysis

Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia sangat signifikan selama tiga dekade terakhir, terutama sejak berdirinya bank syariah pertama, Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992. Namun perbankan syariah masih tertinggal dibandingkan perbankan konvensional, dimana bank syariah hanya menguasai pangsa pasar sebesar 6,18 persen dibandingkan dengan pangsa pasar yang dimiliki bank konvensional sebesar 93,82 persen. Kesenjangan pangsa pasar ini menimbulkan pertanyaan mengenai daya saing dan kekuatan pasar bank syariah di Indonsia.. Menurut data situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset bank syariah Indonesia pada tahun 2022 sebesar menjadi Rp686,29 miliar, meski aset bank konvensional masih jauh lebih besar yaitu Rp10.581,45 miliar. Menurut OJK, seluruh jumlah bank umum konvensional dan BPR per Januari sebanyak 1.612 bank, sedangkan jumlah bank syariah, meliputi Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah ( BPRS) sebanyak 197 bank. Berdasarkan kenyataan tersebut, bank syariah masih tertinggal jauh dibandingkan bank konvensional, dan hal ini merupakan sebuah ironi di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, dalam rangka mencapai stabilitas keuangan, pemerintah menetapkan rencana atau tindakan tambahan untuk mengembangkan industri perbankan syariah, yang dalam hal ini meliputi perencanaan merger bank syariah.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan peresmian penggabungan tiga bank syariah yang merupakan anak perusahaan bank milik negara menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Tiga bank syariah yang dimaksud adalah PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Dengan menjadi satu, ketiga bank syariah ini diharapkan menjadi bank yang kuat secara finansial, sehingga dapat menjalankan peran perbankannya dengan lebih baik lagi dan tentunya dapat meningkatkan nilai bagi pemangku kepentingan lainnya seperti nasabah dan pemerintah Indonesia.

Penting untuk mengevaluasi apakah penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi dan menganalisis secara komprehensif faktor-faktor penentu yang mempengaruhi loyalitas nasabah dalam konteks perbankan syariah setelah aktivitas merger. Jika ada faktor yang diabaikan atau kurang dieksplorasi, hal ini dapat mengindikasikan adanya kesenjangan penelitian dalam memahami pendorong utama loyalitas pelanggan dalam konteks khusus ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengisi kesenjangan penelitian tersebut .Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji Peran Citra Bank, Biaya dan Manfaat Merger, Perilaku Masa Lalu, Kualitas Pelayanan, Harga Produk, Sumber Daya Manusia Bank, Lokasi Bank, Integrasi Teknologi Informasi dan Kepatuhan Syariah terhadap Loyalitas Nasabah Bank Pendahulu BSI seperti Bank Mandiri Syariah ,BNI Syariah dan BRI Syariah.

Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) adalah teknik statistik yang banyak digunakan di berbagai bidang untuk memvalidasi dan mengkonfirmasi struktur yang mendasari variabel laten. CFA sangat bermamnafaat dalam memahami konstruksi kompleks dan telah diterapkan secara luas di berbagai bidang seperti psikologi, kedokteran, bisnis, dan ilmu sosial. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menilai hubungan antara variabel yang diamati dan konstruksi laten yang mendasarinya, memberikan pendekatan yang ketat dan sistematis untuk validasi model. Salah satu kekuatan utama CFA adalah kemampuannya untuk mengkonfirmasi struktur faktor variabel laten, yang penting untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen pengukuran. Dengan mengonfirmasi hubungan antara indikator yang diamati dan konstruksi laten, CFA memberikan kerangka kerja yang kuat untuk menilai validitas dan reliabilitas skala pengukuran.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Form. Pertanyaan kuesioner mencakup topik-topik antara lain lokasi bank, persepsi biaya administrasi bank, kualitas layanan, kualitas produk, kualitas SDM, serta integrasi TI dan operasional. Pemilihan responden dengan syarat menggunakan bank syariah milik negara (BNI Syariah, BRI Syariah, dan Syariah Mandiri) terintegrasi ke dalam BSI. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah nasabah bank BSI pada November 2021 sebanyak 15,5 juta. Responden dalam survei ini yang mengisi kuesioner pada tanggal 28 April hingga 31 Mei 2021 di Indonesia berjumlah 92 responden yang jumlah respondennya ditentukan berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi 5%. Sebaran demografi responden mayoritas berasal dari Jawa Timur (48,91%), Jawa Tengah (13,04%), dan DKI Jakarta (9,78%) dimana responden berasal dari penyebaran kuesioner secara online karena situasi pandemi COVID 19.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel integrasi teknologi informasi yang diwakili oleh indikator kelancaran layanan TI Bank dan penyatuan TI yang sederhana berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah BSI. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan yang diwakili oleh kelancaran pelayanan aktivitas perbankan dan indikator birokrasi yang sederhana mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap loyalitas nasabah.

Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan yang diwakili oleh indikator kualitas pelayanan yang baik, kualitas produk bank yang baik, proses penyimpanan yang lebih mudah, dan pelayanan bank yang lebih lengkap tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap seluruh indikator sehingga tidak memenuhi uji validitas.

Pernyataan bahwa variabel kualitas pelayanan yang diwakili oleh indikator kualitas pelayanan yang baik, kualitas produk bank yang baik, proses menabung yang lebih mudah, dan pelayanan bank yang lebih lengkap tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap seluruh indikator sehingga tidak memenuhi uji validitas.

Penulis: M. Fariz Fadillah Mardianto dan Eko Fajar Cahyono

Lebih lanjut mengenai studi ini dapat mengakses laman sebagai berikut:

AKSES CEPAT