Latar Belakang: Pemberian 尾-siklodekstrin intravena menimbulkan peningkatan risiko toksisitas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk Menentukan nefrotoksisitas beta-siklodekstrin (BCD) intravena dan mekanisme molekuler yang mendasarinya. Metode: Enam belas tikus Wistar secara acak dibagi menjadi kelompok uji sehat atau diabetes, yang menerima suntikan intravena harian. .Air untuk injeksi atau larutan beta-siklodekstrin 6%, masing-masing, selama 28 hari. Histopatologi dianalisis secara semi-reaktif.secara kuantitatif berdasarkan skala 0-5, dan RT-PCR digunakan untuk mengukur ekspresi mRNA dari HIF-1, HIF-2, IL-1, IL-6, IL-18, dan
eNOS. Hasil: Tidak ada kematian di semua kelompok, dan fungsi ginjal menurun pada kelompok uji. Histopatologi .Temuan menunjukkan kelainan pada integritas pembuluh darah, infiltrasi/kerusakan sel, dan nekrosis pada ginjal, sementara relatifnya Ekspresi mRNA untuk faktor penginduksi hipoksia (HIF), penanda hipoksia ginjal regional, mengalami peningkatan. Kesimpulan: Pemberian beta-siklodekstrin secara intravena meningkatkan risiko nefrotoksisitas, dan mekanisme molekulernya
Cedera ginjal yang mendasarinya kemungkinan dimediasi oleh faktor penginduksi hipoksia-2伪 (HIF-2伪). Kami sangat menyarankan agar di masa mendatang
Penelitian harus dilakukan dengan ukuran sampel yang memadai.
Anita Purnamayanti, Suharjono, Mahardian Rahmadi
Correspondebce author : suharjono@ff.unair.ac.id
Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia,
Vol 12, no. 3 Desember (2025): 372-381





