Hipertensi, atau tekanan darah tinggi yaitu sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg, yang sering diidentifikasi sebagai masalah kesehatan pada orang dewasa, namun sekarang bisa terjadi di kalangan anak-anak. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan. Dampak pada anak anak terkena hipertensi pada kualitas hidupnya yang menurun. Sehingga mempengaruhi target Indonesia emas ditahun 2045 nanti. Dr. Joni Haryanto,SKp., MSI seorang pakar dalam hipertensi dan seorang dosen Keperawatan Gerontik Fakultas Keperawatan 51动漫, yang juga alumni Doktoral Keperawatan Universitas Indonesia yang telah melakukan banyak penelitian tentang hipertensi.
Data yang diperoleh dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) tahun 2017-2018 menemukan bahwa prevalensi tekanan darah tinggi mencapai sekitar 6,2%, sedangkan prevalensi tekanan darah tinggi mencapai 3,9%. Secara keseluruhan, prevalensi tekanan darah tinggi antara tahun 2011 dan 2018 mencapai 3,8%. Di Amerika Serikat, survei terhadap 5.100 anak sekolah menunjukkan kejadian hipertensi sekitar 4,5%. Selama periode 2013 hingga 2016, hipertensi memengaruhi hampir 4% anak di Amerika Serikat (Goulding et al., 2021). Anak-anak sering mengalami peningkatan tekanan darah, tetapi menentukannya sejak dini sering kali menjadi sulit. Oleh karena itu, peningkatan tekanan darah tersebut dapat berlanjut hingga dewasa, yang berpotensi menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung koroner (Goulding et al., 2021). Beberapa faktor potensial yang dapat menyebabkan hipertensi pada anak antara lain pola hidup tidak sehat, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, faktor keturunan genetik, dan stres psikososial. Faktor risiko lain dari berbagai artikel masih perlu dicari, sehingga penelitian ini perlu mengumpulkan berbagai faktor risiko yang memengaruhi hipertensi pada anak. Meningkatnya penggunaan teknologi dan perubahan drastis pola konsumsi makanan juga turut menyebabkan meningkatnya kasus hipertensi pada anak.
Beberapa tahun terakhir, kejadian hipertensi pada anak-anak telah meningkat secara signifikan, menunjukkan bahwa tidak hanya orang dewasa rentan terhadap masalah tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mendasari penyebab hipertensi pada anak-anak diperlukan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang efektif.
Anak adalah kader bangsa dan sebagai aset negara, bila banyak anak mengalami hipertensi yang akhirnya menahun atau kronis tentu berakibat adanya komplikasi, yang umum adalah gagal jantung, gagal ginjal, aneurisme, retinopati dan stroke. Penyakit komplikasi ini sangat berdampak buruk pada kualitas hidup dan pertahanan bangsa. Mari kita mencegah dengan memahami faktor penyebab hipertensi pada anak anak. Ada beberapa kondisi maupun kebiasaan yang dapat menjadi pemicu atau penyebab hipertensi pada anak, di yaitu; 1). Terlalu banyak asupan garam, 2) Obesitas, 3) Dibawa sejak lahir dan 4) Kurang aktivitas fisik. Ke empat hal tersebut bisa dilakukan pencegahan dengan;
- Pola makan sehat, Salah satu cara penting untuk mengatasi hipertensi pada anak adalah melalui pemberian makanan penurun darah darah tinggi agar tekanan darah anak tetap stabil dan terhindar dari berbagai komplikasi. Pola makan sehat yang sering direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah diet DASH. Dalam metode diet ini, anak harus mengurangi asupan garam, lemak, serta makanan dan minuman manis, termasuk jus. Anak juga harus lebih banyak makan sayur, buah, dan biji-bijian
- Membiasakan anak untuk aktif bergerak dan rutin berolahraga, olah raga secara teratur dan terprogram sangat membantu aktivitas jantung dan pembuluh darah. Olah raga tersebut juga bisa menurunkan kadar lemak dan garam dalam darah. Olah raga teratur sangat membantu anak terhindar dari hipertensi, maka pastikan anak berolahraga selama 30–60 menit sehari setidaknya 3–5 kali per minggu, dan pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan usia anak.
- Asap rokok, terpapar asap rokok pada anak sangat mempengaruhi metabolisme dan membuat tekanan darah naik, serta merusak jantung dan pembuluh darah anak. Kita harus melindungi anak dari asap rokok.
- Herbal, Makanan dan minuman yang bersifat herbal serta dapat menurunkan darah dan telah establis cukup banyak, maka orang tua memberikan minuman seperti jus semangka, mentimun, seduhan seray, jahe, daun salam dan lain lain.
- Obat, Sesuai resep dokter pemberian obat penurun tekanan darah tinggi harus secara disiplin diberikan.
Nama : Dr. Joni Haryanto, S.Kp.,M.Si
NIP : 196306081991031002
No Hp : 089630281001
Judul : Exploring the risk factors associated with hypertension in children: A systematic review
Link :





