51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Faktor Utama Penyebab Terjadinya Diare pada Anak

IL by Hermina Hospitals

Diare merupakan penyakit utama penyebab kematian pada anak, diperkirakan diare telah membunuh 558.000 anak usia 1−59 bulan pada tahun 2013. Menurut Kesehatan Dunia Organisasi, lebih dari setengah juta kematian balita di seluruh dunia disebabkan oleh diare. Pada tahun 2019, diare bertanggung jawab atas   sekitar 7,4% dari semua penyebab kematian global pada anak <5 tahun. Sekitar 90% dari semua berhubungan dengan diare  kematian terjadi pada anak di bawah usia lima tahun, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sarana air bersih dan pembuangan tinja merupakan faktor lingkungan yang berperan besar dalam penyebaran penyakit diare karena berhubungan langsung dengan perilaku manusia. Jika kedua faktor tersebut tidak memenuhi syarat maka akan menimbulkan penyakit diare. Mencuci tangan yang benar sesuai prosedur dengan air mengalir dan menggunakan sabun memiliki peran dalam terjadinya penyakit diare pada balita. Upaya pencegahan diare pada balita diharapkan dari pengetahuan ibu yang didapat dari pengalaman ibu sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, pengetahuan ibu memiliki peran besar dalam pencegahan diare pada balita.

Diare biasanya didefinisikan sebagai buang air besar encer yang terjadi tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam, dan menyebabkan kematian karena penipisan cairan tubuh yang mengakibatkan dehidrasi berat. Penyakit ini umumnya dapat dengan mudah diobati dan dicegah. Kematian tertinggi pada kasus diare dialami oleh balita. Balita (<1 tahun) menempati posisi pertama terkena diare. Diare dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif anak. Ada beberapa faktor risiko yang mungkin bertanggung jawab menyebabkan kematian terkait diare pada anak-anak. Selain faktor biologis, sosial, lingkungan, faktor seperti kurangnya pasokan air, sanitasi dan kebersihan merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap penyebab kematian akibat diare pada balita.

Di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia, penyumbang angka kesakitan dan kematian anak ketiga adalah penyakit diare, karena daya tahan tubuh anak masih lemah, sehingga peneliti tertarik menganalisis faktor risiko ketersediaan air bersih, cuci tangan, pengetahuan ibu dan kondisi jamban yang mempengaruhi kejadian diare pada balita. Metode meta analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik PICOS. Beberapa sumber data yang digunakan adalah Google Scholar, Research Gate dan Plos ONE dengan melihat kata kunci seperti œfaktor risiko dan œdiare. Didapatkan 140 artikel, dan artikel yang diperoleh kemudian disaring dan disortir kembali dengan menggunakan kriteria inklusi yang jelas. Menggunakan desain studi cross-sectional untuk menyaring artikel ke tahap selanjutnya. Untuk mengolah data meta analysis digunakan aplikasi JASP. Temuan menunjukkan bahwa nilai pooled PR untuk ketersediaan air bersih adalah e 0,82 = 2,270, menunjukkan kejadian diare pada balita 2,270 kali lebih besar jika variabel ketersediaan air bersih tidak memenuhi syarat. yang berarti bahwa ketersediaan air bersih dapat menjadi faktor risiko terjadinya diare pada balita. Artinya juga sama dengan penelitian yang dilakukan di Indonesia yang hasilnya sama yaitu peningkatan resiko penyakit diare pada balita dipengaruhi oleh ketersediaan air bersih yang tidak memenuhi syarat dengan p-value 0,00.  Cuci tangan sebesar e 0,57 = 1,768; pengetahuan ibu e 0,56 = 1,751; dan kondisi jamban e 0,53 = 1,699.

Ada hubungan risiko antara variabel Ketersediaan air bersih, cuci tangan, pengetahuan ibu, dan kondisi jamban terhadap kejadian diare pada balita. Variabel ketersediaan air bersih merupakan variabel yang memiliki hubungan dan risiko tertinggi terhadap kejadian diare pada balita, diikuti dengan cuci tangan, pengetahuan ibu dan terendah adalah variabel kondisi jamban. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji secara mendalam hubungan antara ketersediaan air bersih dengan tempat cuci tangan dengan melihat faktor-faktor perantaranya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan paling tinggi dengan risiko penyakit diare pada balita di Indonesia adalah ketersediaan air bersih diikuti dengan cuci tangan; pengetahuan ibu, dan kondisi jamban. Dari keempat variabel di atas, hanya variabel ketersediaan air bersih yang tidak bias. Sehingga dapat dipastikan bahwa air bersih merupakan faktor penting dalam kejadian diare

Penulis: R. Azizah

The Main Factors Causing the Incidence of Diarrhea in Children: A Meta-Analysis

AKSES CEPAT