Alat mikrofluida cukup menjanjikan untuk aplikasi medis diagnostic, sebab alat ini memiliki kemampuan untuk mengontrol perilaku aliran mikro- atau cairan dalam jumlah nanoliter untuk deteksi analit dan biomarker yang terkait dengan penyakit yang relevan secara klinis. Kontrol aliran cairan yang akurat sangat penting agar mikrofluida berfungsi seperti yang dimaksudkan. Hal ini dapat dicapai baik secara aktif maupun pasif. Sistem mikrofluida biasanya memiliki integrasi mikropompa dan mikrokatup. Keuntungan dari konsep mikrofluida yang dimaksudkan diantaranya adalah dengan menggunakan metode Embedded Scaffold Removing Open Technology (ESCARGOT), kontrol deformasi total diafragma fleksibel hingga ruang bawah pompa mikro yang diaktifkan dengan jari, memungkinkan regulasi tidak langsung dari volume cairan yang bergerak, kombinasi katup Tesla, saluran mikro serpentin, dan reservoir yang dibantu hydrogel, dapat meningkatkan resistensi aliran balik, dengan kata lain, tidak ada aliran balik yang dapat diperoleh.
Dalam penelitian ini, dinamika fluida dalam mikrofluidika ekstraksi cairan interstitial (ISF) dipelajari melalui metode analitis, simulasi, dan eksperimental. Dalam uji konsistensi, hasil eksperimen menunjukkan bahwa setelah 20 detik dari siklus dengan deformasi penuh pada diafragma fleksibel, tekanan keluaran menjadi seragam dan laju aliran tetap konstan sebesar 2,2 渭L / menit. Diskrepansi laju aliran antara laju aliran eksperimental dan yang diprediksi sekitar 22%. Analisis visual dan eksperimental tidak menemukan tanda-tanda aliran balik. Karakteristik aliran yang signifikan ini menunjukkan potensi penggunaannya dalam banyak aplikasi mikrofluidik yang murah dan portable.
Penulis: Prastika Krisma Jiwanti, S.Si., M.Eng., Ph.D.
Penelitian ini adalah hasil kolaborasi dengan peneliti di Universiti Malaya melalui pendanaan SATU JRS.
Link Artikel: https://doi.org/10.3390/mi14040881





