UNAIR NEWS Banyak cara yang dilakukan sebuah institusi untuk meningatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan memberikan penghargaan bagi SDM yang memiliki kapasitas mumpuni. Dalam hal ini, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 51动漫 menggelar acara FKG Award yang dilangsungkan di Hotel Shangri-La Surabaya Rabu malam (4/10).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Dalam sambutannya, Djoko mengatakan bahwa dalam hidup memang perlu untuk menjaga keseimbangan. Mengutip perkataan arif, Djoko menegaskan bahwa dalam meraih kesuksesan manusia tidak boleh melakukan sendiri, perlu adanya sinergi. Untuk itu, malam penganugerahan penghargaan tersebut dinilai Djoko sebagai bentuk upaya meningkatkan kualitas yang sudah ada.
淚ni adalah pesan yang memiliki makna luhur. Jadi, sebagaimana misi kampus kita, banyaknya orang-orang yang pintar dan bijak di lingkungan kampus ini harus memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, papar Djoko.
Ditemui disela-sela acara, Dekan FKG UNAIR Dr. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes., mengatakan, acara FKG Award yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk memberikan motivasi SDM yang ada di lingkungan FKG UNAIR. Selain itu, acara yang dikemas dengan Outlook 2018 tersebut juga diadakan untuk mengukur capaian-capaian yang sudah dilakukan selama satu tahun.
淜egiatan ini juga kami adakan untuk mempercepat langkah-langkah selanjutnya. Dan memang, kami juga memberikan pengghargaan kepada departemen terbaik, kepala program studi terbaik, tenaga kependidikan terbaik, dan tentunya mahasiswa, jelasnya.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga dinilai Darmawan sebagai upaya untuk menyatukan visi bersama. Selain untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan serta meningkatkan segala aspek baik yang sudah berjalan.
淜ekurangan itu bumbune urep. Namun, yang terpenting bagaimana cara mengatasi dan membenahi kekurangan itu, terangnya.
Mengenai kriteria untuk menentukan SDM yang berhak mendapatkan penghargaan, Darmawan mengatakan bahwa kriterianya sudah ditentukan oleh jajaran pimpinan FKG UNAIR.
淯ntuk kepala prodi terbaik kami menerima usulan dari departemen. Sedangkan untuk tendik itu dilihat dari tugas dan kinerjanya. Untuk mahasiswa kami mempunyai kriteria sendiri, imbuh Darmawan.
Genjot Riset
Mengenai peningkatan kualitas SDM di FKG UNAIR, Darmawan menekankan pentingnya menumbuhkan budaya riset di kalangan mahasiswa dan dosen. Namun, tidak sekadar riset yang berhenti pada rak perpustakaan, Darmawan juga menambahkan bahwa riset yang ia harapkan mampu mendapatkan paten dan bisa dihilirisasi.
淜e depan kita akan terus genjot budaya riset. Jadi jika ada riset, kita selalu dukung. Dan riset itu harus berujung pada hilirisasi dan paten, tuturnya.
Tidak bisa dipungkiri, mengenai riset, Darmawan kembali mengingatkan bahwa FKG UNAIR terus ditarget untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas riset.
淯ntuk riset kita targetkan 200 hasil di tahun 2019. Tapi kami diminta pimpinan untuk melahirkan yang lebih, jadi kita ya tingkatkan, tapi tidak asal-asalan, tandasnya.
Kesadaran akan budaya riset bagi Darmawan bakal memiliki dampak yang luar biasa, utamanya dalam meningkatkan kepercayaan institusi lain. Jika kepercayaan sudah didapatkan, hal ini dapat mendorong meningkatnya kegiatan pertukaran mahasiswa, dosen, maupun kunjungan profesor dari dan menuju FKG UNAIR.
淯ntuk hal ini kami terus melakukan monitoring dan akselerasi, tandas Darmawan.
Untuk mendukung dan juga sebagai pelengkap dari kegiatan FKG Award dan Outlook 2018, FKG UNAIR juga bakal menggelar The 7th Temu Ilmiah Nasional dan 4th Join Scientific Meeting in Dentistry mulai tanggal 5 hingga 7 Oktober mendatang. (*)
Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Binti Q. Masruroh





