51动漫

51动漫 Official Website

FKH UNAIR Gelar Bimtek untuk Tingkatkan Kompetensi Paramedik Veteriner di Bojonegoro

Sesi foto bersama bimtek FKH UNAIR di Dinas peternakan dan Perikanan Kab. Bojonegoro, Selasa (5/5/2026). (Foto: PHMP UNAIR)
Sesi foto bersama bimtek FKH UNAIR di Dinas peternakan dan Perikanan Kab. Bojonegoro, Selasa (5/5/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi tenaga kesehatan hewan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (45 Mei 2026), di Gedung Pertemuan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta yang terdiri atas paramedik veteriner, dokter hewan, serta dokter hewan klinik yang bertugas di wilayah Bojonegoro. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan. Khususnya, dalam menghadapi tantangan penyakit hewan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan veteriner di lapangan.

Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan Hewan

Dalam pelaksanaannya, Bimtek menghadirkan berbagai materi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan peserta di lapangan. Mulai dari penanganan penyakit hewan menular, manajemen kesehatan ternak, hingga praktik klinis berbasis standar operasional prosedur terkini. Wakil Ketua Pelaksana kegiatan, Prof Dr Wiwik Misaco Yuniarti MKes drh menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki orientasi dampak dan keberlanjutan.

淧engabdian masyarakat ini kami rancang memiliki unsur berdampak dan berkelanjutan. Dalam satu tahun ke depan, FKH UNAIR ingin mengidentifikasi sekaligus mengatur berbagai kebutuhan dinas dan kabupaten terkait sektor peternakan. Mulai dari pengelolaan ternak, penanganan penyakit, hingga peningkatan produksi ternak, ujarnya.

Prof Dr Wiwik Misaco Yuniarti MKes drh saat kegiatan bimtek di Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bojonegoro, Selasa (5/5/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Ia juga mengungkapkan bahwa di lapangan masih ada kasus penyakit hewan strategis, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menjadi perhatian bersama.

淔akta bahwa PMK masih ditemui di Bojonegoro menjadi pengingat bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan hewan harus terus dilakukan. Oleh karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan berbasis keilmuan, tambahnya.

Akan Hadirkan Dampak yang Lebih Luas

Lebih lanjut, Prof. Wiwik menyampaikan bahwa FKH UNAIR akan melibatkan berbagai disiplin ilmu sebagai bagian dari implementasi pengabdian masyarakat berkelanjutan. Salah satunya melalui program screening gizi masyarakat dengan pendekatan nutrisi berbasis protein hewani dari produk ternak.

淯paya ini tidak hanya menyasar kesehatan hewan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui pemanfaatan produk peternakan yang optimal, jelasnya.

Kolaborasi untuk Penguatan Peternakan

Dalam konteks ini, UNAIR melalui FKH tidak hanya berperan sebagai penyedia materi pelatihan, tetapi juga aktif menjalin komunikasi yang berkelanjutan. Khususnya, dengan para paramedik veteriner, dokter hewan, serta dokter hewan klinik di Bojonegoro. Komunikasi ini menjadi kunci dalam membangun sinergi lintas profesi guna mencapai kesehatan ternak yang optimal di daerah.

Melalui jejaring yang terbangun, UNAIR juga berupaya memastikan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di lingkungan akademik dapat tersalurkan secara efektif kepada para praktisi di lapangan. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak berhenti pada kegiatan Bimtek semata, melainkan berlanjut ke cakupan yang lebih luas. Dalam upaya bersama dalam memperkuat kapasitas, meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan, serta mendukung keberlanjutan sektor peternakan di Bojonegoro.

Penulis: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT