UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) menghadirkan para pakar dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Gedung Pertemuan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro pada Senin揝elasa (45/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah transfer ilmu bagi paramedik veteriner, dokter hewan, dan dokter hewan klinik dalam memperkuat penanganan penyakit hewan di lapangan.
Tiga materi utama yang disampaikan berfokus pada penyakit viral, parasiter, dan zoonosis. Tiga aspek tersebut krusial dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
Antisipasi Penyakit Viral pada Ternak
Prof Dr Suwarno drh MSi menyampaikan materi pertama dengan mengangkat isu penyakit viral pada ternak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Peste des Petits Ruminants (PPR). Ia menekankan bahwa penyakit viral memiliki potensi penyebaran yang sangat cepat dan berdampak signifikan terhadap produktivitas ternak.

淧enyakit seperti PMK dan PPR memerlukan kewaspadaan tinggi karena penyebarannya sangat cepat. Deteksi dini dan respons yang tepat di lapangan menjadi kunci utama dalam pengendalian wabah. Kita masih belum menemui PPR di Indonesia, namun kita harus selalu waspada, jelasnya.
Tidak lupa, Prof Suwarno juga menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan hewan dalam melakukan monitoring serta edukasi kepada peternak sebagai langkah preventif yang berkelanjutan.
Waspadai Infeksi Parasit pada Hewan Ternak
Selanjutnya, Prof Dr drh Lucia Tri Suwanto MP memaparkan materi mengenai penyakit parasiter yang sering menyerang hewan ternak. Ia menjelaskan bahwa infeksi parasit, seperti larva dan cacing, kerap dianggap sepele, padahal dapat menurunkan produktivitas secara signifikan.

淚nfeksi parasit seringkali tidak langsung terlihat, tetapi dampaknya besar terhadap pertumbuhan dan kesehatan ternak. Oleh karena itu, penanganan rutin dan manajemen pemeliharaan yang baik sangat kita perlukan, ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap siklus hidup parasit menjadi kunci dalam menentukan strategi pengendalian yang efektif di lapangan.
Pengendalian Zoonosis untuk Kesehatan Bersama
Materi pamungkas oleh Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH, yang membahas penyakit zoonosis penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan terpadu antara kesehatan hewan dan kesehatan manusia.

淶oonosis menjadi perhatian serius karena tidak hanya berdampak pada hewan, tetapi juga manusia. Penanganannya harus berlangsung secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor, tuturnya.
Prof Helmi juga menggarisbawahi bahwa tenaga kesehatan hewan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi penularan penyakit zoonotik di masyarakat.
Melalui penyampaian materi dari para pakar tersebut, FKH UNAIR berharap para peserta Bimtek yang terdiri dari paramedik veteriner, dokter hewan, dan dokter hewan klinik dapat memperkuat kapasitasnya dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit hewan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung kesehatan ternak yang berkelanjutan serta perlindungan kesehatan masyarakat secara luas.
Penulis: Ragil Kukuh Imanto





