UNAIR NEWS 51动漫 kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di kancah nasional. Mohammad Kurniadi Koba, lulusan Hubungan Internasional UNAIR, kini mengemban amanah sebagai Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam RI. Dalam perbincangan Sabtu (23/8/2025), ia menuturkan perjalanan akademik dan karirnya yang membentuk pandangan strategis dalam menjaga kepentingan nasional Indonesia.
Fondasi Pemikiran dari UNAIR
Koba mengungkapkan bahwa masa studi di UNAIR telah memberi dasar berpikir yang kuat. Menurutnya, dosen dan atmosfer akademik UNAIR menekankan diskusi kritis serta pemahaman atas isu global dari perspektif Indonesia.
淒i UNAIR, saya terbiasa diajak berdiskusi kritis. Cara dosen-dosen mengajar, sering dengan cara mengajak diskusi, men-challenge kita. Itu membuat saya belajar memahami isu-isu global secara sistematis. Fondasi itu yang menjadi bekal ketika saya masuk Kementerian Luar Negeri, ujarnya.
Proses Panjang Menuju Deputi II

Ditanya soal momen paling menentukan dalam karirnya, Koba menegaskan bahwa pencapaiannya bukan hasil satu peristiwa tunggal, melainkan proses panjang.
淪ulit menunjuk satu momen. Saya melihat Amanah yang saya emban sekarang ini sebagai akumulasi pengalaman, mulai dari mendaftar sebagai diplomat di Kemlu hingga dipercaya menjadi Deputi II di Kemenko Polkam. Di situlah saya belajar pentingnya koordinasi lintas kementerian dan menjaga kepentingan nasional secara rasional, jelasnya.
Kompetensi Diplomat Muda Indonesia
Dalam pandangannya, generasi muda Indonesia yang ingin berkiprah di bidang diplomasi harus membekali diri dengan wawasan luas, kemampuan analisis isu global, serta penguasaan bahasa asing. Tidak kalah penting adalah keterampilan komunikasi lintas budaya, integritas, dan ketahanan mental.
淒iplomasi itu bukan hanya soal pandai berbicara, tapi juga memahami perbedaan budaya sekaligus menjaga mampu menjaga konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Kita berada di antara dua benua dan dua samudera, sehingga tantangan selalu hadir setiap hari, tuturnya.
Pesan untuk Mahasiswa UNAIR
Koba menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat, menjaga integritas, dan berani mengambil kesempatan. Ia juga menegaskan bahwa kontribusi alumni UNAIR sangat signifikan, baik di lembaga pemerintahan maupun organisasi internasional.
淏anyak lulusan UNAIR yang kini menduduki posisi strategis. Itu bukti kontribusi nyata Ksatria Airlangga. Untuk mahasiswa UNAIR, tetaplah belajar, jangan kehilangan idealisme, dan berani ambil kesempatan. Menjadi diplomat berarti menjaga jati diri Indonesia agar tetap berdiri tegak di panggung dunia, pungkasnya.
Dengan kiprah Mohammad Kurniadi Koba, UNAIR kembali meneguhkan perannya sebagai almamater yang melahirkan pemimpin bangsa di tingkat nasional maupun global. (*)
Penulis: Nafiesa Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





