Salmonella Pullorum merupakan bakteri penyebab penyakit pullorum, penyakit sistemik yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Antimikroba telah memainkan peran penting dalam pengendalian Salmonella. Penyalahgunaan antimikroba telah mengakibatkan evolusi strain resisten multidrug dan membuat pencegahan dan pengobatan lebih sulit.
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kekayaan berbagai jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai obat yang dimanfaatkan penduduknya secara turun-temurun. Meniran (Phyllanthus niruni Linn) merupakan salah satu jenis herba yang berkhasiat obat dan berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung banyak komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hal ini menunjukkan bahwa meniran berpotensi sebagai antibakteri terhadap Salmonella Pullorum dalam bentuk nanopartikel.
Kendala dalam penggunaan ekstrak tumbuhan adalah kelarutannya yang rendah dalam saluran pencernaan sehingga penyerapannya dalam plasma darah rendah11. Penggunaan sediaan nanopartikel dalam membantu bioavailabilitas ekstrak tumbuhan telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Partikel kecil memiliki stabilitas dan bioavailabilitas yang lebih tinggi dibandingkan sistem penghantaran obat konvensional, hal ini dikarenakan ukurannya yang lebih kecil, senyawa bioaktif lebih mudah diserap langsung oleh sel. Karakterisasi nanopartikel terdiri dari ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan morfologi partikel menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Transmission Electron Microscopy (TEM). Pada penelitian ini dilakukan penelitian untuk mendapatkan hasil formulasi dan karakterisasi nanopartikel ekstrak meniran (Phyllanthus niruri Linn.) terhadap aktivitas antibakteri terhadap salmonella pullorum.
Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa dari keseluruhan produksi sampel nanopartikel terlihat berukuran nano. Scanning Electron Microscopy (SEM) adalah pengujian yang dilakukan untuk mengamati struktur permukaan sampel. SEM mampu menunjukkan area sampel dapat dilihat dalam fokus yang cukup besar. SEM memiliki keunggulan rentang perbesaran yang relatif luas dan citra yang dihasilkan muncul dalam tiga dimensi, sehingga memudahkan peneliti untuk menganalisisnya. Pola hamburan yang diciptakan oleh interaksi sampel dengan berkas elektron memberikan informasi tentang ukuran, bentuk, tekstur dan komposisi sampel18. Hasil SEM nanopartikel ekstrak meniran (Phyllanthus niruri Linn.) menunjukkan morfologi amorf dan morfologi ukuran partikel kecil. Transmission Electron Microscopy (TEM) adalah mikroskop yang dapat memperbesar objek hingga dua juta kali dengan menggunakan elektrostatika dan elektromagnetik, yang dapat membentuk gambar dengan resolusi yang sangat baik.
Uji MIC dan MBC menunjukkan bahwa nanopartikel ekstrak meniran mampu menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri Salmonella Pullorum pada dosis 5%, 10% dan 20%. Di Indonesia, tanaman herbal sangat melimpah dan sering dijadikan pilihan pengobatan utama di pedesaan. Meniran (Phyllanthus niruni Linn.) merupakan salah satu jenis herba yang berkhasiat obat dan berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung banyak komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin.
Keuntungan menggunakan nanopartikel adalah ukuran yang terkontrol, distribusi ukuran yang sempit, selektif dan presisi 24. Efikasi antibakteri nanopartikel dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk, semakin kecil ukuran partikel maka semakin kuat efek aktivitas antibakterinya.
Kitosan merupakan biopolimer alami yang sangat menjanjikan untuk digunakan sebagai pembawa dalam sistem penghantaran obat. Sebagai pembawa, kitosan telah dikembangkan menjadi nanopartikel. Di antara berbagai metode pembuatan nanopartikel kitosan, kaca ionik merupakan metode yang menarik perhatian karena prosesnya yang sederhana, tidak menggunakan pelarut organik dan dapat dikontrol dengan mudah. Prinsip pembentukan partikel melalui metode ini adalah terjadinya interaksi ionik antara gugus amino bermuatan positif dalam kitosan dan polianion bermuatan negatif sehingga membentuk struktur jaringan antar dan/atau intramolekul tiga dimensi. Pengikat silang polianion yang paling banyak digunakan adalah natrium TPP. Proses pengikatan silang fisik mampu mencegah kemungkinan kerusakan pada bahan aktif yang akan dienkapsulasi dalam nanopartikel kitosan.
Penelitian kami menemukan bahwa nanopartikel ekstrak meniran dosis 5% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella Pullorum.
Penulis: Emy K. Sabdoningrum
Link publikasi:





