Corona virus atau disebut juga SARS-CoV-2 adalah suatu virus RNA yang menyebabkan penyakit COVID-19. Infeksi dari SAR-CoV-2 ternyata dapat menginfeksi testis dengan cara peningkatan suhu di testis akibat dari respon inflamasi dari virus COVID-19 sehingga dapat menurunkan kualitas dari spermatozoa. Virus ini menempel dengan sel inang melalui protein transmembrane serine protease 2 (TMPRSS2) dan reseptornya menggunakan angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), salah satunya di testis yaitu dapat menganggu dari spermatogenesis, infeksi testis, gangguan kesuburan pria. Dari permasalahan dia atas Joice Marlina Budiharto dibawah bimbingan Reny I™tishom melakukan penelitian dengan tujuan untuk membandingkan konsentrasi, motilitas, morfologi dan fragmentasi DNA spermatozoa pada kelompok penyintas COVID-19 dengan kelompok penyintas non COVID-19.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional study yang dilaksanakan di BOCAH Indonesia, Rumah Sakit Primaya Hospital Tangerang dan Laboratorium Biologi Medik Fakultas Kedokteran 51¶¯Âþ. Total sampel penelitian ini terdiri dari 38 relawan. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2021. Dari keseluruhan sampel semen penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 19 sampel penyintas COVID-19 yang diagnosis konfirmasinya ditegakkan melalui anamnesis, permeriksaan RT-polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil positif dan 19 sampel didapatkan dari non COVID-19 yang diagnosis konfirmasinya ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan RT-polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negati. Seluruh sampel yang berupa ejakulat manusia dengan volume ≥ 2,5 ml diperiksa konsentrasi, motilitas, morfologi spermatozoa dengan metode sesuai standard WHO 2010 dan DNA fragmentasi dari spermatozoa. Pada pemeriksaan Fragmentasi DNA dilakukan dengan menggunakan metode SCD method (Sperm Chromatin Dispersion method) dengan Spermfunc DNAf Kit for Determination of the DNA Fragmentation Level in Spermatozoa.
Hasil pemeriksaan ini menunjukkan Total sampel semen yang diperoleh dari relawan sebanyak 38 orang yang terbagi menjadi dua kelompok masing-masing 19 orang kelompok penyintas COVID-19 dengan usia rerata 31 tahun dan 19 orang kelompok non penyintas COVID-19 dengan usia rerata 32 tahun. mayoritas pekerjaan baik pada penyintas COVID-19 maupun non COVID-19 adalah swasta (78,8% dan 73,68%), konsentrasi spermatozoa kelompok penyintas COVID-19 p=0.004<0.05 (tidak normal). Hasil konsentrasi spermatozoa kelompok non penyintas COVID-19 nilai p=0.431>0.05 (normal), dengan menggunakan uji Mann Whitney Test didapatkan perbedaan signifikan antara konsentrasi spermatozoa kelompok penyintas COVID-19 dengan kelompok non penyintas 0,02<0.05. nilai rerata konsentrasi pada kelompok penyintas COVID-19 sebesar 34.76 juta/ml dan pada kelompok non penyintas COVID-19 sebesar 72.33 juta/ml. Hasil pemeriksaan motilitas spermatozoa kelompok penyintas COVID-19 sebesar 48,42 % dan pada kelompok non penyintas COVID
progresif motilitas dengan nilai p=0,049<0.05 dan motilitas non progresif spermatozoa sebesar p=0.000<0.05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan motilitas spermatozoa antara kelompok penyintas COVID-19 dengan kelompok non penyintas COVID-19 dengan nilai p<0.05(p=0,033), Sedangkan hasil pemeriksaan morfologi spermatozoa pada kelompok penyintas COVID-19 didapat nilai p=0,004<0.05 (tidak normal), sedangkan hasil pemeriksaan morfologi spermatozoa pada kelompok non penyintas COVID-19 didapat nilai p=.0.024<0.05. Setelah dilakukan uji komparasi Mann Whiney Test dihasilkan perbedan signifikan antara morfologi spermatozoa kelompok penyintas COVID-19 dengan morfologi spermatozoa kelompok non penyintas COVID-19 dengan nilai p=0.012<0.05. Nilai rerata morfologi pada kelompok penyintas COVID-19 sebesar 4.05 % dan pada kelompok non penyintas COVID-19 sebesar 3.027 %. Dari penelitian didapatkan nilai rerata fragmentasi DNA pada kelompok penyintas COVID-19 sebesar 17,63% dan pemeriksaan fragmentasi DNA spermatozoa kelompok non penyintas COVID-19 sebesar 10,74%, dengan uji komparasi Mann Whitney Test didapatkan perbedaan DNA fragmentasi yang signifikan antara kelompok penyintas COVID-19 dengan kelompok non penyintas COVID-19 dengan nilai p=0.000<0.05.
Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil analisis kualitas semen dilihat dari segi konsentrasi, motilitas, morfologi dan DNA fragmentasi pada sampel penyintas COVID-19 dan non COVID-19.
Penulis: Joice Marlina Budiharto, Supardi, Maitra Djiang Wen, Tiara Kirana, Maria Paulina Budyandini Dyah Pramesti , Atika Atika, Ria Margiana, William William, Reny I™tishom
Berikut judul dan link artikel:
Judul : Comparison of Spermatozoal DNA Quality and Fragmentation in Covid-19 Survivor with Non-Covid-19 Survivor
Link :





