51动漫

51动漫 Official Website

Fraksi Buah Juwet Berpotensi Dikembangkan sebagai Obat Antimalaria

Perkembangan pengobatan, pencegahan dan kontrol pada penyakit malaria merupakan salah satu masalah subtansial di dunia,  sampai saat ini penyakit ini masih  tergantung pada penggunaan obat antimalaria. Saat ini sudah terjadi penurunan kemanjuran pada obat antimalaria dan banyak parasit yang sudah resisten pada beberapa obat antimalaria, juga belum adanya vaksin yang efektif untuk mengontrol infeksi malaria karena kompleknya siklus hidup parasit  Plasmodium   

Adanya penyebaran multidrug resisten parasit malaria sangat dibutuhkan dikembangkannya obat antimalaria baru asal bahan alam. Salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di Indonesia  adalah buah  juwet (Syzygium cumini) yang diketahui mengandung senyawa phenolic and flavonoid,mempunyai aktivitas scavenging radikal dan antioksidan yang kuat. Aktifitas buah  Syzygium cumini  lebih baik  dari pada bagian tanaman yang lain seperti  daun, kulit batang  sehingga  buah dikembangkan dengan fraksinasi  sebagai antimalaria.

Fraksinasi buah  Syzygium cumini  dengan beberapa pelarut seperti  n heksan, etil asetat,butanol dan air serta kloroform dan metanol   untuk  menarik kandungan bahan aktif yang ada dan memisahkan komponenkomponen senyawa aktif dari ekstrak yang telah dihasilkan yaitu senyawa yang bersifat  polar dan nonpolar.  Untuk menguji aktivitias antimalaria suatu  bahan ekstrak atau fraksi dapat dilakukan melalui  tahapan pengujian secara in vitro maupun secara in vivo. Data dari uji in vitro dan in vivo saling mendukung satu sama lain. Data in vitro umumnya digunakan sebagai data dasar. Uji biologis in vitro untuk mendeteksi aktivitas antimalaria sangat penting untuk langkah validasi kemanjuran dan keamanan obat-obatan tradisional sehingga dapat diidentifikasi kualitas kandungan senyawa aktifnya.

Tujuan penelitian ini untuk membuktikan  aktifitas fraksi buah Syzygium cumini  sebagai antimalaria secara in vitro.  Pengujian  antimalaria secara In vitro menggunakan kultur Plasmodium falciparum 3D7 untuk menilai konsentrasi hambatan 50 % pertumbuhan plasmodium (IC50) menggunakan  microplate well 24 yang  diuji secara duplo pada konsentrasi  fraksi 0.01, 0.1, 1, 10, and 100 渭g/ml dan control hanya mengandung media komplit tanpa obat antimalaria, kemudian diinkubasi selama 48 m . Setelah 48 jam dibuat hapusan darah tipis  difiksasi dengan methanol dan diwarnai  Giemsa  20 % selama 20 menit untuk menghitung nilai IC50. Hasilnya menunhukkan nilai IC50 fraksi ethyl acetate, fraksi n.hexane, fraksi butanol, dan fraksi water berturut turut 1.189, 76.996, 1,769, dan 15.058 渭g/ml, sedangkan nilai IC50 fraksi C1 (campuran fraksi  chloroform:methanol 100:0 and 90:10) dan fraksi  C4 (campuran fraksi chloroform: methanol 20:80, 10:90, and 0:100) yaitu 100.126 and 1.015 渭g/ml. Hasil ini menunjukkan bahwa  nilai IC50 dari fraksi ethyl acetate, fraksi butanol, dan  fraksi C4 mempunyai nilai lebih rendah dari 10渭g/ml yang menunjukkan aktifitas antimalaria yang bagus (aktifitas antimalaria kuat), dapat disimpulkan bahwa fraksi ethyl acetate, fraksi butanol dan fraksi C4 dari buah  Syzygium cumini berpotensi dikembangkan sebagai agen antimalaria.

Penulis:Lilik Maslachah

Judul artikel : In vitro antimalarial activity of Syzygium cumini fruit fraction

Nama Jurnal : Open Veterinary Journal

Link Jurnal : https://www.openveterinaryjournal.com/

Link Artikel :

DOI: 10.5455/OVJ.2023.v13.i9.7

AKSES CEPAT