51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Freeze-dried platelet-rich plasma: Terapi Baru untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Mulut pada Penderita Diabetes

Ilustrasi Penderita Ulkus Oral (Sumber: iStock)
Ilustrasi Penderita Ulkus Oral (Sumber: iStock)

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi dan memengaruhi banyak organ dalam tubuh. Pada tahun 2019, sekitar 463 juta orang berusia 20“79 tahun hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diprediksi melonjak menjadi 700 juta pada tahun 2045. Salah satu efek samping diabetes yang jarang dibicarakan, tetapi sangat berdampak pada kualitas hidup, adalah gangguan penyembuhan luka pada rongga mulut. Penderita diabetes sering mengalami luka mulut berupa ulserasi yang lebih sulit sembuh dibandingkan orang sehat. Hal ini membuat mereka rentan terhadap infeksi, rasa nyeri berkepanjangan, dan gangguan makan.

Masalah penyembuhan yang lambat pada pasien diabetes terjadi karena beberapa faktor. Kadar gula darah tinggi memicu kerusakan pembuluh darah besar maupun kecil sehingga suplai oksigen ke jaringan berkurang. Selain itu, tubuh menghasilkan senyawa berbahaya yang disebut advanced glycation end-products (AGEs) yang menumpuk dan memperparah kerusakan jaringan. AGEs membuat sel imun seperti neutrofil bekerja lebih lambat, menghambat pembentukan pembuluh darah baru, memperlambat proliferasi fibroblas, dan menekan produksi kolagen. Dua komponen penting penyembuhan luka, yakni fibroblast growth factor-2 (FGF-2) dan kolagen tipe I, juga menurun drastis. FGF-2 adalah faktor pertumbuhan yang membantu sel-sel fibroblas bermigrasi dan memperbaiki jaringan, sementara kolagen tipe I adalah protein utama yang menyatukan kembali jaringan luka agar kuat seperti semula. Ketika kedua komponen ini terganggu, luka di rongga mulut sulit menutup dan berlangsung lebih lama.

Dalam beberapa tahun terakhir, terapi platelet-rich plasma (PRP) menjadi salah satu alternatif yang semakin populer. PRP adalah konsentrat trombosit yang diambil dari darah dan kaya akan faktor pertumbuhan, seperti PDGF, EGF, VEGF, TGF-β, dan FGF. Faktor-faktor ini berperan besar dalam merangsang penyembuhan, meningkatkan pertumbuhan pembuluh darah, mempercepat migrasi fibroblas, dan mendorong pembentukan jaringan baru. PRP telah digunakan di berbagai bidang medis termasuk bedah mulut, ortopedi, bedah plastik, hingga perawatan cedera olahraga. Namun, PRP segar memiliki keterbatasan karena hanya bertahan beberapa jam setelah diambil.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkanlah freeze-dried platelet-rich plasma (FD-PRP), yaitu PRP yang diolah dengan teknik pengeringan beku sehingga dapat disimpan hingga bertahun-tahun tanpa kehilangan kandungan trombosit maupun faktor pertumbuhannya. FD-PRP dapat diproduksi dalam jumlah besar, disterilisasi, dan distandardisasi sehingga dapat digunakan kapan saja di berbagai fasilitas kesehatan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa FD-PRP memiliki efektivitas sama atau bahkan lebih tinggi dibanding PRP segar dalam mempercepat penyembuhan luka kulit. Hal ini mendorong penelitian terhadap perannya dalam penyembuhan luka rongga mulut pada kondisi diabetes.

Penelitian kami mengevaluasi apakah FD-PRP mampu meningkatkan ekspresi FGF-2 dan kolagen tipe I selama proses penyembuhan ulkus traumatik pada tikus diabetes. Hasilnya sangat menjanjikan. Pada pengamatan histologis, ekspresi FGF-2 tampak sebagai pewarnaan coklat pada sitoplasma sel fibroblas. Kelompok yang mendapatkan FD-PRP menunjukkan peningkatan FGF-2 yang jauh lebih tinggi dibanding kelompok kontrol pada semua waktu pengamatan. Menariknya, ekspresi FGF-2 semakin meningkat seiring waktu, dan puncaknya terlihat setelah tujuh hari aplikasi. Ini menunjukkan bahwa FD-PRP mampu mengaktifkan sel fibroblas sejak fase awal penyembuhan dan mempertahankan stimulasi regeneratif hingga fase proliferasi.

Hal serupa juga ditemukan pada ekspresi kolagen tipe I. Pewarnaan jaringan menunjukkan bahwa kolagen tipe I meningkat lebih tinggi pada kelompok FD-PRP dibanding kontrol mulai dari hari ke-3, hari ke-5, hingga hari ke-7. Peningkatan paling besar terjadi setelah tujuh hari aplikasi, sejalan dengan fase alamiah pembentukan kolagen di mana fibroblas mulai membangun kembali jaringan ikat untuk memperkuat struktur luka. FD-PRP tampaknya membantu mempercepat proses ini melalui kandungan faktor pertumbuhannya yang bekerja langsung pada reseptor sel fibroblas dan mengaktifkan jalur sinyal yang memicu produksi kolagen baru.

Temuan ini sejalan dengan konsep biologis PRP yang diketahui mengandung lebih dari 30 faktor pertumbuhan, sitokin, dan molekul penyembuhan lain yang bekerja secara sinergis. Ketika FD-PRP diaplikasikan ke jaringan luka, trombosit segera berinteraksi dengan fibrin sehingga melepaskan faktor pertumbuhan secara bertahap. Faktor-faktor ini kemudian berikatan dengan reseptor pada membran sel, mengaktifkan jalur transduksi sinyal, dan memicu produksi mRNA yang diperlukan untuk proliferasi sel, migrasi fibroblas, dan sintesis kolagen. Proses ini tidak hanya mempercepat penutupan luka, tetapi juga membantu menghasilkan jaringan baru yang lebih kuat, tidak rapuh, dan lebih cepat pulih meskipun berada dalam kondisi metabolik yang buruk seperti diabetes.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi topikal FD-PRP pada ulkus traumatik tikus diabetes mampu meningkatkan ekspresi FGF-2 dan kolagen tipe I secara signifikan, terutama setelah tujuh hari perawatan. Efek stimulasi ini menunjukkan bahwa FD-PRP memiliki potensi besar sebagai terapi regeneratif untuk mempercepat penyembuhan luka mulut pada penderita diabetes”sebuah kelompok pasien yang sering mengalami penyembuhan luka yang lambat dan berisiko tinggi mengalami infeksi. Dengan kemampuannya meningkatkan aktivitas fibroblas dan mempercepat pembentukan jaringan baru, FD-PRP menawarkan peluang besar untuk digunakan dalam praktik klinis sebagai terapi yang efektif, stabil, dan mudah disimpan. Penelitian lanjutan tetap diperlukan, tetapi temuan ini memberikan dasar kuat bahwa FD-PRP dapat menjadi solusi masa depan untuk membantu penderita diabetes pulih lebih cepat dari luka mulut yang sulit sembuh.

Penulis

Prof. Diah Savitri Ernawati

Tulisan lengkap kami dapat diakses:

N.P.Riskayanti, D.Radithia, A.Maharani, H.T Hendarti, R.P Rahayu, M.D.C Surboyo, D.S Ernawati. Effect of freeze-dried platelet-rich plasma on FGF-2 and type I collagen expression in traumatic ulcers of diabetes mellitus: An in vivo study. Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi). 2025.

AKSES CEPAT