UNAIR NEWS – Kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak masih menjadi salah satu isu penting yang menjadi pembahasan dari berbagai pemerhati anak di seluruh dunia. Untuk itu, sebagai salah satu organisasi besar di dunia, Kindermissionwerk Die Sternsinger Team menggandeng 51动漫 untuk turut menjadi bagain dari dunia dalam memperjuangkan hak anak yang kerap menjadi korban dalam berbagai kasus-kasus kejahatan di dunia.
Dalam kegiatan, seminar yang bertajuk “The Role of Universities on Child Protection Policy (CPP) Develpoment to Enhance Peace Bulding” berlangsung di Aual Selasar lantai 4 Kampus C UNAIR pada Jumat (27/7). Yuliati Umrah S.IP., sebagai Direktur ALIT Foundation dan juga Ketua Bidang Kerja Sama Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNAIR memberikan paparan bahwa dalam hal ini perlindungan anak sebaga isu utama yang terus dibahas dan diperbincangkan oleh berbagai kalangan di seluruh dunia.
“Untuk itu, Kindermissionwerk Die Sternsinger Team Misi mengajak kerja sama berbagai universitas di seluruh dunia. Di Indonesia, UNAIR sebagai salah satu kampus besar yang kami pilih untuk turut mendukung misi ini,” ujarnya.
Ke depan, imbuh alumnus Ilmu Politik UNAIR itu, mungkin bisa diwujudkan dalam bentuk Pusat kajian atau kurikulum dalam pembelajaran. Namun, semua akan diputuskan melalui kesepakatan.
“Tujuan besar dari hal ini sebagai upaya untuk melindungi anak-anak korban konflik,” tandasnya.
Tercatat 15 juta anak di Indonesia yang menjadi korban dalam berbagai konflik. Perempuan yang akrab disapa Yuli itu mencontohkan bahwa kasus dalam korban bom di Surabaya beberapa bulan lalu yang melibatkan anak-anak.
“Dalam insiden itu telah melibatkan anak sebagai pelaku, yang dalam pandangan kita semua anak pun juga menjadi korban,” jelasnya. “Untuk itu, diharapkan peran lembaga pendidikan tinggi seperti UNAIR ini yang akan melahirkan ilmuan yang bisa mengontrol keadaan itu,” imbuhnya.
Mengenai kendala, jelasnya, kegiatan dengan menggandeng berbagai kampus itu masih belum dijumpai. Hanya saja, karena organisasi yang ia ikuti berkedudukan di Vatikan, pandangan mengenai kekhawatiran akan gesekan agama masih membayangi.
“Hanya saja, kami yakin ini misi bersama untuk kebaikan bersama pula,” pungkasnya.
Penulis: Nuri Hermawan





