UNAIR NEWS Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51 Desa Randuboto berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sidayu dan Pemerintah Desa Randuboto dalam kegiatan aksi penanaman pohon bertajuk Akar yang Ditanam, Harapan yang Tumbuh. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Terbuka Hijau Dusun Ujung Timur, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, yang dikenal masyarakat dengan sebutan Brangwetan Island.
Aksi penanaman pohon ini menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan serta upaya mitigasi perubahan iklim. Sebanyak kurang lebih 350 bibit pohon dengan beragam jenis tanaman peneduh dan produktif ditanam secara gotong royong di kawasan tersebut. Penghijauan di wilayah Brangwetan Island diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup desa.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Randuboto, Ketua PKK Desa Randuboto, Kepala PCNA Sidayu, serta perangkat desa seperti RT, RW, dan Kepala Dusun setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan desa
yang berkelanjutan.
Andhi Sulandra, S.Pd., Kepala Desa Randuboto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif PCNA Sidayu bersama mahasiswa KKN. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penanaman pohon bukan hanya untuk hari ini, akan tetapi menjadi warisan untuk masa depan, ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Koordinator Mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR Desa Randuboto juga menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa kolaborasi dengan masyarakat dan organisasi lokal setempat adalah kunci untuk menciptakan perubahanyang berkelanjutan, tuturnya.
Secara global, kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13,
Climate Action, yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Diharapkan, langkah kecil yang dimulai dari Brangwetan Island ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif serta harapan menuju lingkungan desa yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.
Penulis: Tim BBK 5 Desa Randuboto





