51动漫

51动漫 Official Website

Garuda Sakti FIKKIA UNAIR Berikan Sosialisasi P2MW dan KBMK

Pemaparan materi P2MW dan KBMK oleh narasumber. (Foto: Dheva Yudistira)
Pemaparan materi P2MW dan KBMK oleh narasumber. (Foto: Dheva Yudistira)

UNAIR NEWS P2MW dan KBMK adalah ajang perlombaan bergengsi bagi mahasiswa di tingkat nasional dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan  Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Menindaklanjuti hal itu,  Garuda Sakti (GS) Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan sosialisasi P2MW sekaligus KBMK pada Senin (5/5/2025). Bertempat di Aula Kampus Mojo, Kampus Banyuwangi, seluruh pengurus Garuda Sakti mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias.

Tim Sakti merupakan program kerja tahunan dari Divisi Kewirausahaan Garuda Sakti FIKKIA UNAIR. Pada tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat tema Semangat Wirausaha, Wujudkan Ide Jadi Juara dengan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Reza Adrio, mahasiswa FIKKIA UNAIR Banyuwangi yang berhasil lolos pendanaan Program P2MW, dan Diza Ulya, yang saat ini mengemban amanah sebagai Koordinator Garuda Sakti FIKKIA UNAIR.

“Saya mengikuti lomba Perencanaan Bisnis dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) karena kompetisi ini mendorong kami, untuk merancang ide bisnis yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Dalam lomba ini, kami ditantang untuk mengembangkan proposal bisnis yang tidak hanya memiliki potensi keuntungan besar, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi secara lebih luas,” ujar Diza.

Awalnya, ia mengaku kurang percaya diri dalam mengikuti ajang KBMK. Mengingat mereka berasal dari bidang ilmu saintek. Namun dengan tekad yang kuat mereka memberanikan diri untuk tetap ikut di ajang tersebut. 

“Awalnya saya kurang percaya diri untuk mengikuti ajang KBMK ini. Namun, dengan tekad yang kuat dan kerja sama tim yang solid, akhirnya kami berhasil lolos hingga ke tahap 5 besar,” tambah Diza.

Diza Ulya menuturkan berbagai kompetisi dan program kemahasiswaan kini telah mendapatkan pengakuan dari rektor. Mahasiswa dapat melakukan konversi mata kuliah atas prestasi yang diperoleh sesuai dengan SK Rektor UNAIR yang berlaku. 淢anfaatkan betul untuk dapat tampil dan terlihat dalam beberapa lomba serta konversi mata kuliah, tuturnya.

Sementara itu, Reza Adrio juga turut menyampaikan tips agar dapat lolos pendanaan Program P2MW. Ia menekankan pentingnya memilih produk yang sederhana namun memiliki potensi untuk dikembangkan dan diinovasikan sesuai dengan tren masa kini. Sebagai contoh, Reza menyebut buah naga sebagai bahan yang fleksibel dan dapat diolah menjadi berbagai produk kekinian seperti minuman sehat, selai, atau makanan ringan bernilai jual tinggi.

“Menurut saya, kuncinya adalah memilih produk yang sederhana tapi punya potensi besar untuk dikembangkan. Misalnya buah naga, itu bisa kita inovasikan menjadi berbagai macam produk yang menarik dan sesuai dengan selera pasar saat ini,” ungkap Reza.

Kegiatan Tim Sakti diharapkan berhasil membangkitkan semangat dan motivasi mahasiswa untuk melanjutkan estafet prestasi. Di tahun-tahun berikutnya, diharapkan mahasiswa dapat menjadi perwakilan UNAIR dalam ajang P2MW dan KBMK. Sebagai tindak lanjut, langkah strategis perlu disiapkan untuk mendukung keberlanjutan pencapaian tersebut dengan  peserta akan mendapatkan posko revisi dan konsultasi tahap lanjut. 

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT