51动漫

51动漫 Official Website

HIMA Manajemen UNAIR Kupas Strategi dan Kepemimpinan di Era VUCA

Narasumber memaparkan materi tentang pentingnya wawasan, strategi, dan kepemimpinan di masa depan dalam webinar Meet Up Alumni pada Senin (05/05/2025). (Foto : Istimewa)
Narasumber memaparkan materi tentang pentingnya wawasan, strategi, dan kepemimpinan di masa depan dalam webinar Meet Up Alumni pada Senin (05/05/2025). (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS Menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian, HIMA Manajemen FEB 51动漫 menghadirkan webinar Meet Up Alumni sebagai wadah berbagi pengalaman dan strategi menghadapi masa depan. Mengusung tema Navigating the Future: Insights, Strategy, and Leadership, acara itu menghadirkan alumni inspiratif yang membedah tantangan karir pasca kampus dan pentingnya kepemimpinan adaptif di era VUCA pada Senin (05/05/2025).

Rahmat Fiqih Gunawan SM menyoroti bahwa layoffs merupakan fenomena yang paling diwaspadai sekaligus ditakuti oleh para pekerja, mengingat kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu. Fiqih menjelaskan bahwa paradigma karir pun turut mengalami pergeseran. 

淏anyak orang berpikir bahwa jika sudah bekerja di satu perusahaan besar seperti Astra sejak lulus kuliah, maka akan terus berkarir di sana hingga pensiun. Namun sekarang, pola pikir tersebut mulai berubah, ungkap alumni FEB UNAIR itu.

Dalam pemaparannya, Fiqih menyoroti kondisi dunia kerja masa kini yang penuh ketidakpastian dan tantangan, terutama dengan hadirnya era VUCAVolatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Menurutnya, kondisi itu menuntut individu untuk memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang adaptif. 

淪ebelum memulai karir yang harus dilakukan adalah mendefinisikan diri sendiri dan melihat tujuan kita nanti. Setelah fokus pada internal kita, mulailah fokus pada kondisi eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar. Lalu, setelah kita mengenal diri sendiri, persiapkan scenario planning untuk mempersiapkan ketidakpastian dengan berbagai rencana, jelas Fiqih. 

Sementara itu, Ayu Maharani Putri Setyorini SM menekankan bahwa suatu perusahaan atau organisasi akan lebih berhasil apabila memiliki visi dan misi yang jelas. Ia juga mencontohkan visi dan misi di Perhutani sebagai pedoman utama dalam menjalankan aktivitas organisasi. Sebagai bagian dari BUMN, Perhutani menerapkan budaya korporat yang seragam, yaitu nilai-nilai AKHLAK: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Visi memiliki cakupan yang jelas dan berfokus pada tujuan utama organisasi, sedangkan misi lebih menekankan pada cara atau langkah-langkah strategis untuk mencapai visi tersebut. Sementara itu, budaya organisasi (culture) mencerminkan nilai-nilai, karakter, dan sistem yang dianut oleh organisasi,” jelas Ayu.

Ayu juga menyoroti pentingnya strategi dalam pelaksanaan eksekusi organisasi melalui Strategy Execution Model yang terdiri dari empat elemen utama. Pertama, agility yaitu kemampuan organisasi untuk belajar cepat dan merespons perubahan. 

Kedua, alignment yang memastikan arah strategis jelas dan setiap bagian organisasi memiliki akuntabilitas. Ketiga, architecture yang mencakup infrastruktur dan sistem pendukung yang menunjang operasional. Terakhir, ability yang berkaitan dengan kapabilitas sumber daya manusia dan kemampuan kolaboratif. 

Ayu menekankan bahwa komunikasi adalah fondasi penting dalam membangun interaksi yang efektif di perusahaan. Ia menyebut dua arah komunikasi organisasi, yaitu top-down dan bottom-up, yang keduanya diperlukan untuk menciptakan interaksi yang nyaman. 

Komunikasi yang baik juga berperan dalam membangun motivasi karyawan dan akan berdampak pada produktivitas. Untuk mendukung hal ini, perusahaan biasanya menerapkan sistem reward and punishment, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dan menjaga work-life balance.

Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT