UNAIR NEWS – Upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC) dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51动漫 menggelar AKSI SEHAT GEMA TBC melalui kegiatan pengajian di tiga dusun Desa Bulusari, Kabupaten Banyuwangi, pada 26, 29, dan 30 Januari 2026.
Program AKSI SEHAT GEMA TBC (Aksi Sosialisasi Sehat Gerakan Masyarakat Anti Tuberkulosis) menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3, yakni Good Health and Well-Being. Melalui pendekatan berbasis keagamaan dan komunitas, pesan kesehatan diharapkan dapat diterima lebih efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan dilaksanakan di Dusun Krajan, Dusun Plampang, dan Dusun Bulupayung dengan memanfaatkan momentum pengajian rutin masyarakat. Berbeda dari metode sosialisasi formal, mahasiswa PKL memilih menyampaikan edukasi TBC dalam suasana pengajian agar lebih akrab, komunikatif, dan mudah dipahami oleh warga.
Edukasi TBC disampaikan oleh mahasiswa PKL bersama kader kesehatan desa. Materi meliputi pengertian TBC, gejala, cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya menjalani pengobatan secara tuntas. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab sehingga masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan dan pengalaman secara langsung.
Skrining TBC sebagai Upaya Deteksi Dini
Selain edukasi, kegiatan AKSI SEHAT GEMA TBC juga menekankan pentingnya skrining TBC sebagai upaya deteksi dini di tingkat komunitas. Skrining dilakukan pada akhir rangkaian kegiatan kepada masyarakat yang mengikuti pengajian.
Melalui skrining ini, masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap gejala TBC serta memahami pentingnya pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan indikasi suspek TBC. Langkah ini menjadi pintu awal untuk tindak lanjut pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat.
Bangun Peran Aktif dan Kurangi Stigma
Melalui program AKSI SEHAT GEMA TBC, mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai TBC, tetapi juga terdorong untuk berperan aktif dalam pencegahan penyakit serta mengurangi stigma terhadap penderita TBC di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran kolektif dan menciptakan lingkungan desa yang lebih sehat, peduli, dan responsif terhadap upaya pencegahan Tuberkulosis.
Penulis: PKL 6 Desa Bulusari FIKKIA





