51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 Berdayakan Perempuan Desa Melalui Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Indrodelik

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk memberdayakan ibu-ibu PKK dan Dharmawanita Desa Indrodelik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang mendukung Sustainable Development Goals (SDG) nomor 3 tentang Good Health and Well-Being.

Sosialisasi yang berlangsung pada hari Jumat (30/01/2026) di Balai Desa Indrodelik ini menghadirkan materi komprehensif tentang berbagai teknik pertolongan pertama yang penting dikuasai dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan Dharmawanita antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang disampaikan.

Materi pertama yang disampaikan adalah teknik penanganan luka yang dimulai dari membersihkan luka dengan NaCl atau air bersih mengalir, mengeringkan dengan kasa steril atau tissue bersih, hingga perawatan akhir dengan menutup area luka menggunakan kasa steril yang direkatkan dengan hansaplast atau ultrafix. Mahasiswa BBK 7 menekankan pentingnya penggunaan Betadine yang hanya boleh dioleskan di sekitar luka, bukan langsung pada luka terbuka, kemudian dibilas kembali dengan air bersih.

Teknik Heimlich maneuver untuk menyelamatkan korban tersedak juga menjadi fokus penting dalam sosialisasi ini. Metode ini sangat vital karena dapat menyelamatkan nyawa dalam hitungan menit saat seseorang mengalami tersedak makanan atau benda asing.

Para peserta juga dilatih menangani kasus pingsan dengan langkah-langkah sistematis mulai dari memindahkan korban ke lokasi aman dan nyaman, memanggil bantuan medis, memeriksa kondisi korban dengan memanggil dan menepuk korban, hingga memposisikan korban terlentang dengan kaki dinaikkan sekitar 30-45 derajat untuk mengembalikan aliran darah ke otak. Melonggarkan pakaian korban dan memberikan minuman manis seperti teh manis setelah sadar menjadi langkah penting untuk meningkatkan gula darah dan mengembalikan energi.

Untuk penanganan kejang, peserta diajarkan cara menjaga keamanan korban dengan menjauhkan benda berbahaya di sekitar korban, menempatkan bantal sebagai alas kepala, melonggarkan pakaian terutama di bagian leher, serta memiringkan tubuh korban sambil mengamati kemungkinan muntahan. Pendampingan korban hingga tim medis datang menjadi kunci utama dalam penanganan kasus kejang.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat apresiasi positif dari ibu-ibu PKK dan Dharmawanita Desa Indrodelik. Ketua PKK Desa Indrodelik, Ibu Siti Bariroh mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. “Materi sosialisasinya sangat bagus, sangat membantu kami dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ibu Siti menambahkan, pengetahuan P3K yang disampaikan mahasiswa BBK 7 dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal penting bagi ibu-ibu di desa untuk memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba.

Melalui program ini, mahasiswa BBK 7 berharap dapat memberdayakan masyarakat desa dengan pengetahuan kesehatan dasar yang dapat menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis profesional tiba.

Penulis: Dania Rizki S

AKSES CEPAT