51动漫

51动漫 Official Website

Ginko Biloba dapat Menurunkan Apoptosis Sel Otak Tikus yang Dipapar Plumbum

Ginkogiloba Dapat Menurunkan Apoptosis Sel Otak Tikus yang Dipapar Plumbum
Sumber: Halodoc

Plumbum (Pb) memiliki efek neurotoksik yang signifikan pada sel-sel otak, menginduksi berbagai perubahan patologis pada tingkat seluler dan molekuler. Paparan kronis terhadap plumbum dapat mengakibatkan gangguan sinaptogenesis, menghambat pembentukan dan fungsi sinapsis yang vital untuk komunikasi interneuronal, sehingga berpotensi menyebabkan defisit kognitif dan gangguan pembelajaran. Plumbum (Pb) juga menginduksi stres oksidatif dengan meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS) dan menurunkan kapasitas antioksidan seluler, yang berakibat pada kerusakan oksidatif komponen-komponen seluler krusial. Lebih lanjut, Pb mengganggu homeostasis kalsium intraseluler, memicu kaskade apoptotik dan disfungsi mitokondrial. Neurotoksisitas Pb juga termanifestasi dalam gangguan neuroplastisitas, yang esensial untuk proses pembelajaran dan memori. Selain itu, Pb dapat mengintervensi sistem neurotransmisi, terutama mempengaruhi sistem dopaminergik dan glutamatergik, serta memicu respons inflamasi neuronal yang berkontribusi pada kerusakan neuron jangka panjang. Akumulasi efek-efek tersebut dapat mengakibatkan neurodegenerasi progresif dan disfungsi kognitif yang signifikan.

Pb hampir seluruhnya mempengaruhi setiap organ dan sistem dalam tubuh manusia, termasuk sistem pencernaan, kardiovaskular, ginjal, dan reproduks. Mekanisme Pb terlihat jelas pada sistem saraf pusat yang dapat dilihat dari penurunan aktivitas SOD yang menyebabkan meningkatnya stres oksidatif karena Pb mengikat gugus sulfhidril pada enzim SOD, meningkatkan produksi MDA sebagai penanda peroksidasi lipid tinggi hingga menyebabkan disfungsi mitokondria karena Pb menginduksi radikal bebas dengan menyerang pada membran lipid sel, menginduksi peradangan saraf dan gangguan homeostasis kalsium, dan melibatkan AIF-1 yang dilepas dari sitosol dan nukleus menginduksi jalur caspase-independen hingga memediasi kematian sel (apoptosis).

Ginkgo biloba (GB) merupakan tanaman obat yang dikenal dalam budaya Asia selama ribuan tahun. GB diyakini berasal dari Era Permian, sekitar 250 juta tahun yang lalu. Ginkgo biloba (GB) telah muncul sebagai salah satu obat herbal yang menjanjikan untuk penderita Parkinson. Ekstrak GB telah terbukti memiliki efek neuroprotektif melalui berbagai mekanisme: meningkatkan aktivitas Superoxide Dismutase (SOD), yang membantu menetralisir radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, menurunkan kadar Malondialdehyde (MDA), suatu penanda peroksidasi lipid, yang menunjukkan penurunan kerusakan oksidatif pada sel-sel saraf, memodulasi aktivitas Apoptosis Inducing Factor (AIF), yang berperan dalam mengatur kematian sel terprogram, sehingga potensial melindungi neuron-neuron dopaminergik dari degenerasi.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ginkogiloba terhadap ekspresi Superoksida Dismutase (SOD), Malondialdehid (MDA) dan Apoptosis Inducing Factor (AIF ) sel otak tikus (Rattus novergicus) yang dipapar plumbum. Hewan coba yang digunakan tikus putih jantan (Rattus novergicus) sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok P1: kontrol normal, P2: dipapar Pb dosis 50 mg/kg BB dan Aquabides, P3: dipapar Pb dosis 50 mg/kg BB dan ginkobiloba 100 mg/kg BB, P3: dipapar Pb 50 mg/kg BB dan ginkobiloba 300 mg/kg BB. Pemberian ginkobiloba dan Pb secara oral selama 42 hari. Pemberian ginkobiloba sebagai preventif diberikan sebelum pemberian Pb. Pada hari ke 43 dilakukan koleksi otak untuk pemeriksaan ekpresi SOD, MDA dan AIP dengan metode Immunohistokimia dan dianalisis menggunakan Anova dan tes Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Pb dapat menyebabkan penurunan ekpresi SOD, peningkatan MDA dan AIF yang signifikan (p<0.05). Pemberian ginkobiloba terbukti dapat menyebabkan peningkatan ekpresi SOD, penurunan MDA dan AIF yang signifikan (p<0.05). Peningkatan ekpresi SOD, penurunan MDA dan AIF yang optimal diperoleh pada kelompok P3 yang dipapar Pb 50 mg/kg BB dan ginkobiloba 300 mg/kg BB. Pemberian glinkobiloba secara preventif mampu meningkan ekpresi SOD, menurunkan ekspresi MDA dan AIF pada tikus yang dipapar dengan Pb. Pemberian glinkobiloba dosis 100 mg/kg BB sudah mampu meningkatkan ekspresi SOD serta menurunkan ekspresi MDA dan AIF dan dosis optimal dicapai pada 300 mg/kg BB. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kandidat pengganti obat-obatan yang terjangkau untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh kematian sel otak seperti penyakit Parkinson.

Penulis: Widjiati

Link artikel:

Baca juga: Perilaku yang Mempengaruhi Hormon Pertumbuhan dan Kortisol pada Tikus Jantan

AKSES CEPAT