51动漫

51动漫 Official Website

Global Systematic Review and Meta-Analysis On Prevalence and Concentration of Aflatoxins in Peanut Oil and Probabilistic Risk Assessment

Foto oleh The Spruce Eats

Kemananan pangan merupakan masalah kesehatan yang genting di seluruh dunia. Di antara mikotoksin, aflatoksin (AFs) adalah salah satu metabolit sekunder dan sangat beracun yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus melalui mekanisme poliketida. Paparan mikotoksin dalam makanan sebagian besar tidak dapat dihindari sehingga menyebabkan kekhawatiran tentang efek kesehatan yang ditimbulkan. Paparan AF, terutama aflatoksin B1, dapat menyebabkan menjadi aflatoksikosis. Sementara paparan konstan AF dapat menyebabkan penekanan lebih lanjut dari kanker, respon imun, dan efek kesehatan lainnya. Struktur lipofilik yang dimiliki oleh AF membantu mempermudah masuknya ke dalam aliran darah melalui saluran gastro intestinal dan saluran pernapasan.

Minyak kacang tanah adalah minyak kelima yang paling banyak digunakan dalam kembang gula, permen, dan kue kering. Biji kacang tanah memiliki nutrisi yang tinggi dan nilai komersial karena protein, asam lemak, bohidrat mobil dan seratnya, selain vitamin, kalsium dan fosfor. Saat ini, konsumsi minyak nabati seperti minyak kacang tanah meningkat. Selama 20 tahun terakhir, permintaan minyak nabati telah meningkat dari 72 juta ton pada tahun 1995 menjadi 17,5 juta pada tahun 2015. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui konsentrasi aflatoksin (AFs) dalam minyak kacang tanah. Komisi Eropa merekomendasikan tingkat maksimum AFB1 dan total aflatoksin 2 g/kg dan 4 g/kg, masing-masing. Food and Drug Administration (FDA) telah merekomendasikan maksimum 20 g/kg dari total AF pada kacang tanah.

Biji-bijian mentah yang digunakan untuk minyak nabati sering disimpan dalam kondisi yang tidak tepat untuk waktu yang lama, sehingga memberikan dasar untuk pertumbuhan jamur dan kemudian produksi mikotoksin dan mikotoksin berikut akhirnya ditransfer ke minyak yang diekstraksi. Oleh karena itu, kemungkinan adanya AF di minyak sayur tidak dapat dihindari, dan kontaminasi AF tetap menjadi masalah akut, terutama di daerah dengan kelembaban tinggi dan tingkat curah hujan. Kontaminasi kacang tanah oleh jamur beracun sulit untuk dicegah atau dikendalikan karena bahaya jamur terjadi secara alami.

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis prevalensi dan konsentrasi AF pada minyak kacang tanah dan juga penilaian risiko kesehatan probabilistik pada konsumen AF pada kandungan minyak kacang. Meta-analisis dilakukan berdasarkan penelitian mengenai prevalensi dan konsentrasi AFs pada minyak kacang yang dipublikasikan di Scopus dan PubMed dengan sejak 1 Januari 2005 hingga 15 April 2022. Data yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan negara dan jenis subkelompok AF. Selain itu, risiko kesehatan dihitung menggunakan metode simulasi monte carlo.

Hasil analisis ditemukan bahwa prevalensi gabungan AFB1 dalam minyak kacang tanah adalah 47,9%; AFB2, 46,45%; AFG1, 46,92% dan AFG2, 54,01%. Secara keseluruhan prevalensi AFT adalah 49,30%, 95% CI (35,80-62,84%). Konsentrasi AFB1 yang terkumpul dalam minyak kacang tanah adalah 2,30 g/kg; AFB2, 0,77 g/kg; AFG1, 0,07 g/kg; AFG1, 0,28 g/kg. Urutan negara berdasarkan rata-rata MOE pada konsumen dewasa adalah Jepang (47.059) > China (17.670) > Ethiopia (7.398) > Sudan (6.974) > Amerika Serikat (1.012) dan jenis negara berdasarkan rata-rata MOE pada anak-anak adalah Jepang (120.994) > Cina (46.991) > Etiopia (19.251) > Sudan (18.200) > AS (2.620). Oleh karena itu, konsumen dewasa adalah dalam risiko kesehatan yang cukup besar di Ethiopia, Sudan dan Amerika Serikat dan untuk anak-anak di AS (MOE < 10.000).

Judul: Global systematic review and meta-analysis on prevalence and concentration of aflatoxins in peanut oil and probabilistic risk assessment

Penulis: Yadolah Fakhri, Sharaf S. Omar, Fereshteh Mehri, Somayeh Hoseinvandtabar and Trias Mahmudiono

Tersedia di:

AKSES CEPAT