51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Predictors of Poor Neonatal Outcomes among Pregnant Women in Indonesia

Foto oleh HuffPost Canada

Kesehatan dan Gizi Ibu dan Anak (KIA) masih menjadi masalah di Indonesia dan banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang mungkin juga membebani perekonomian sistem kesehatan suatu negara. Dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, perlindungan bagi balita Indonesia masih diperlukan untuk menurunkan angka kematian di antara mereka. Survei terbaru negara itu pada tahun 2015 menunjukkan bahwa rasio kematian adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup. Menurut data Riskesdas, jumlah kematian ibu secara agregat meningkat dari 4.197 pada tahun 2019 menjadi 4.627 pada tahun 2020. Selain itu, dilaporkan 28.158 balita meninggal pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, 72% adalah neonatus.

1000 hari pertama kehidupan merupakan fase terbaik untuk Dikatakan bahwa untuk mengejar potensi optimal anak, fisik dan sosial. Keseimbangan lingkungan pertumbuhan dan perkembangan anak sangat diperlukan. Domain mencakup level individu seperti memelihara budaya dalam keluarga, teman sebaya, dan kondisi sekolah, kepada masyarakat secara lebih luas, dan sistem. Pola makan dan gaya hidup ibu mempengaruhi hasil neonatal. Perawatan antenatal yang kurang baik, paparan lingkungan, malnutrisi kronis, kebersihan dan sanitasi yang tidak memadai, anemia pada ibu hamil, dan paparan asap rokok yang tinggi selama kehamilan berkontribusi pada hasil kesehatan yang lebih buruk untuk anak-anak seperti stunting, kelahiran rendah berat badan (BBLR), gangguan fungsi kognitif, dinamika metabolisme yang berubah, dan sistem imun yang lebih rendah.

Masalah KIA telah menjadi perhatian banyak praktisi selama bertahun-tahun. Namun demikian, informasi dari studi di Indonesia masih kurang. Sangat disayangkan karena sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 270 juta orang pada tahun 2022, budaya yang beragam dan situasi demografis dapat mempengaruhi perilaku ibu yang berpengaruh pada anak seperti pengaruh sosial budaya terhadap persepsi terhadap tenaga kesehatan, perawatan tradisional selama kehamilan, dan kepercayaan terhadap dunia kesehatan dalam kelompok masyarakat.

Meta-analisis dilakukan untuk mengelaborasi berbagai penelitian Indonesia yang diterbitkan dalam sumber-sumber domestik dan internasional. Hasilnya diharapkan mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti di Indonesia dan negara-negara lain dengan karakteristik serupa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perilaku kesehatan ibu dan luaran neonatal di antara penduduk Indonesia. Terdapat 24 studi yang relevan, termasuk 8 dari database primer dan 16 dari database tambahan. Sebanyak 12 studi dimasukkan dalam meta-analisis, memeriksa hubungan antara perilaku kesehatan ibu dan hasil neonatal.

Pooled odds ratio (OR) untuk perokok pasif dan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah 3,41 (95% CI: 1,75“6,63, I2 = 40%, empat studi). Pooled odds ratio (OR) untuk perawatan antenatal (ANC) tidak lengkap dan BBLR adalah 6,29 (95% CI: 2,11“18,82, I2 = 70%, empat studi). Pooled odds ratio (OR) untuk ANC dan angka kematian bayi adalah 2,59 (95% CI: 1,01-6,66, I2 = 93%, empat studi). Hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil dengan ANC yang tidak lengkap memiliki risiko BBLR dan kematian neonatus yang lebih tinggi, dan mereka yang secara pasif terpapar rokok memiliki risiko BBLR yang lebih tinggi. Penelitian lebih lanjut diperlukan mengingat heterogenitas tinggi yang ditemukan, dan meta-analisis tambahan harus didasarkan pada variasi kondisi sosio-demografis.

Judul: Predictors of Poor Neonatal Outcomes among Pregnant Women in Indonesia: A Systematic Review and Meta-Analysis

Penulis: Siti Helmyati , Maria Wigati, Muhammad Hafizh Hariawan, Erri Larene Safika, Mira Dewi, Cindra Tri Yuniar, and Trias Mahmudiono.

Tersedia di:

AKSES CEPAT