UNAIR NEWS – Singkong di desa kita melimpah, tapi sudahkah diolah jadi produk bernilai jual? Pertanyaan ini yang melatarbelakangi lahirnya program GOKIL (Gethuk Goreng Kreatif dan Bernilai Ekonomis) yang diselenggarakan oleh kelompok KKN BBK-7 51动漫 Desa Winong, sebagai salah satu program kerja di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program GOKIL mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 1 (No Poverty) dengan tujuan untuk mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga, sehingga memperkuat ekonomi masyarakat Desa Winong. SDGs nomor 8 (Decent Work and Economic Growth) yang bertujuan untuk membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Winong.
Implementasi Program GOKIL
Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu (11/01/2026) di Balai Dusun Tumpak Asri dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong menjadi produk pangan yang kreatif dan bernilai ekonomis. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk lokal, serta mendorong terbentuknya peluang usaha baru yang dapat mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu dusun tumpak asri yang berlangsung secara interaktif dengan metode sosialisasi inovasi produk pengolahan singkong, demonstrasi pembuatan gethuk goreng, dan sesi diskusi bersama. Ibu Sumaryanti selaku Kepala Dusun Tumpak Asri menyampaikan bahwa selama ini potensi singkong di wilayahnya belum dimanfaatkan secara optimal. 淯ntuk Dusun Tumpak Asri sendiri, selama ini lebih banyak yang menjual singkong secara mentah. Belum ada yang membuat produk baru dari olahan singkong itu sendiri untuk diperjualbelikan, uangkapnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya inovasi pengolahan singkong sebagai upaya meningkatkan nilai tambah serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Harapan Program GOKIL
Melalui kegiatan GOKIL, mahasiswa KKN BBK-7 51动漫 (UNAIR) berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan sementara, tetapi dapat berkembang menjadi program berkelanjutan yang mampu membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu Dusun Tumpak Asri. Dengan pemanfaatan potensi singkong sebagai bahan pangan lokal yang melimpah, GOKIL diharapkan dapat mendorong terbentuknya usaha rumahan berbasis olahan singkong, sehingga berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan pendapatan, kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Desa Winong secara berkelanjutan.
Penulis: Tim BBK 7 Desa Winong





