51动漫

51动漫 Official Website

Inovasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah Dukung SDGs 12

Demonstrasi pembuatan pupuk organik cair oleh mahasiswa BBK 7 51动漫, Minggu (11/1/2026) (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 telah melaksanakan program berupa Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Kulit Buah sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa kulit buah yang selama ini terbuang menjadi pupuk ramah lingkungan yang dapat menunjang kesuburan tanaman.

Program tersebut dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, yang bertempat di Balai RW Mulyorejo. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Mulyorejo II BBK 7 51动漫 sebagai pemateri dan pendamping, dengan ibu ibu PKK sebagai peserta. Kehadiran berbagai pihak dapat menciptakan suasana kerja sama yang baik selama kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dengan penjelasan mengenai konsep dasar pupuk organik cair, manfaatnya bagi kesuburan tanah hingga dampak positifnya terhadap lingkungan. Tidak berhenti sampai di situ, mahasiswa turut memberikan contoh proses pembuatan, pencampuran, hingga fermentasi pupuk organik cair secara bertahap dengan menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan, seperti sisa kulit bawang dan buah-buahan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengurangan limbah dan penerapan pola hidup ramah lingkungan. Selain menambah wawasan, program ini menjadi wadah interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui program pembuatan pupuk organik cair dari kulit buah ini, mahasiswa BBK 7 turut berkontribusi dalam mendukung SDG 12 yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, melalui penerapan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Antusiasme dari Ibu-ibu PKK selama kegiatan berlangsung, menjadi sebuah bukti nyata yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik.

AKSES CEPAT