51动漫

51动漫 Official Website

Ground Penetrating Radar Ungkap Pergerakan Leachate pada Berbagai Jenis Tanah

sumber: iStock
sumber: iStock

Landfill leachate atau air lindi merupakan cairan berbahaya hasil dari pembusukan limbah organik yang dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air tanah. Penelitian ini mengevaluasi kemampuan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR) dalam mengidentifikasi pergerakan leachate pada berbagai jenis tanah, yakni Terap Red, Cherang Hangus, dan tanah berpasir. Studi ini menjadi penting mengingat pencemaran air tanah akibat leachate terus meningkat dan sulit dideteksi melalui metode konvensional.

Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan selama 24 jam secara berkelanjutan menggunakan GPR dengan dua frekuensi berbeda, yaitu 250 MHz dan 800 MHz, untuk mengetahui respon gelombang elektromagnetik terhadap kontaminasi leachate di setiap jenis tanah. Parameter seperti kecepatan gelombang GPR, koefisien refleksi (R), signal-to-noise ratio (SNR), dan normalized root mean square error (NRMSE) digunakan untuk menilai akurasi sinyal radar dalam mengidentifikasi keberadaan leachate. Selain itu, citra 3D GPR dianalisis untuk memahami distribusi dan dinamika migrasi leachate secara lebih detail.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah berpasir menghasilkan nilai refleksi lebih tinggi dibandingkan Terap Red dan Cherang Hangus, dengan R mencapai 0.053 (250 MHz) dan 0.050 (800 MHz) setelah 24 jam kontaminasi. Namun demikian, interpretasi citra GPR justru lebih baik pada tanah Terap Red dan Cherang Hangus yang memiliki partikel lebih halus, sehingga mampu memberikan kontras sinyal yang lebih jelas. Sementara itu, tanah berpasir menyebabkan refleksi kuat tetapi lebih sulit diinterpretasi karena ukuran partikelnya yang besar.

Analisis 3D GPR mengungkap pola migrasi leachate secara vertikal dan horizontal dengan kedalaman antara 0.6 hingga 1.1 meter, bergantung pada jenis tanah dan frekuensi GPR yang digunakan. Tanah berpasir menunjukkan pergerakan leachate lebih cepat karena sifatnya yang mudah meloloskan air, sedangkan tanah laterit seperti Terap Red dan Cherang Hangus memiliki daya serap lebih tinggi sehingga memperlambat migrasi leachate. Evaluasi akurasi sinyal menunjukkan nilai SNR di atas 5 dB untuk semua tanah, menandakan kualitas sinyal yang baik, serta nilai NRMSE yang berada dalam batas standar internasional.

Temuan ini menegaskan bahwa Ground Penetrating Radar merupakan alat yang efektif dalam mendeteksi leachate di bawah permukaan tanah, terutama bila dikombinasikan dengan pemantauan kelembaban tanah secara berkelanjutan. Teknologi ini berpotensi besar digunakan pada lokasi landfill untuk memetakan zona kontaminasi secara dini, sehingga langkah remediasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat guna bagi perlindungan kualitas air tanah.

Artikel selengkapnya dapat diakses di:

Ditulis oleh: Mohd Syuib Umar, Mimi Diana Ghazali, , Abd Mana Samad, Osman Zainon, Khairulazhar Zainuddin

Email: hijrah.saputra@pasca.unair.ac.id

AKSES CEPAT