51动漫

51动漫 Official Website

Gynura procumbens Menghambat Proliferasi Kultur Sel Karsinoma Hepatoseluler

Foto by Halodoc

Karsinoma hepatoseluler (HCC) adalah penyakit kanker hati dan merupakan salah satu kasus kanker yang paling sering terjadi di dunia serta menyebabkan kematian akibat kanker terbesar kedua. Di Indonesia, HCC menjadi penyebab kematian kedua dan keenam pada pria dan wanita. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita HCC. Infeksi virus hepatitis B dan C menjadi penyebab utama sebagian besar kasus HCC dan mencapai 80% dari total kasus secara global. Sebagian besar pengobatan HCC menyebabkan komplikasi pada pasien sehingga penting untuk mengembangkan agen antikanker yang ramah bagi pasien HCC.

  Gynura procumbens secara empiris telah digunakan sebagai obat anti-kanker, anti-diabetes, anti-herpes simplex virus, anti-radang dan anti-ulserogenik. G. procumbens banyak mengandung senyawa fenolik, alkaloid, kumarin, flavonoid, triterpen, dan valepotriat. Penelitian kami sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun G. procumbens menunjukkan kandungan fenolik dan flavonoid. Perlakuan ekstrak etanolik daun G. procumbens dosis 250 dan 750 mg/kg BB telah dilaporkan dapat menurunkan terjadinya kanker payudara pada tikus yang diinduksi dimethyl benz(a)antrasena (DMBA), menurunkan rerata jumlah nodul tikus dan secara kualitatif menurunkan ekspresi COX-2, enzim yang berperan dalam angiogenesis. Selain itu, ekstrak etanol G. procumbens terbukti tidak memiliki efek toksisitas pada sel normal, tetapi mampu menginduksi apoptosis pada sel HeLa.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek toksisitas ekstrak metanol daun G. procumbens (GPLM) dalam menghambat proliferasi sel kanker yang dianalisis pada pertumbuhan kultur sel HCC (Huh7it) melalui uji MTT. Selanjutnya, menetapkan nilai IC50 untuk memperoleh gambaran apakah GPLM mampu menjadi kandidat untuk pengobatan HCC di masa mendatang. Viabilitas relatif sel yang diberi perlakuan GPLM dibandingkan dengan kontrol kemudian dinyatakan sebagai persentase (%) dari viabilitas sel. Persentase (%) data viabilitas sel hasil uji MTT ditetapkan melalui persamaan logaritmik untuk menentukan nilai IC50 dari perlakuan GPLM. Sitotoksisitas dinyatakan sebagai nilai IC50, yaitu nilai konsentrasi perlakuan yang diperlukan untuk menghambat 50% proliferasi sel kanker.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPLM memiliki sifat toksisitas pada kultur sel Huh7it berdasarkan uji MTT, semakin meningkat konsentrasi GPLM semakin menurunkan viabilitas sel. Berdasarkan hasil uji, diketahui bahwa nilai IC50 setelah pemberian perlakuan 24 jam adalah 63,83 碌g/mL dan 125,84 碌g/mL setelah pemberian perlakuan 48 jam. Berdasarkan nilai IC50 yang didapat menyatakan bahwa GPLM memiliki efek sitotoksik 渕oderate pada proliferasi sel Huh7it (menurut US National Cancer Institute). Hasil studi ini mengungkapkan bahwa GPLM berpotensi digunakan sebagai terapi antikanker dalam pengobatan HCC.

Penulis: Dr. Sugiharto, S.Si., M.Si.

Catatan:

Artikel ilmiah populer ini disarikan dari artikel yang dipublikasikan di Conference Proceedings 8th Icowobas: Sugiharto, Ummi Zubaidah, Dwi Winarni and Yosephine Sri Wulan   Manuhara.  Gynura procumbens Methanolic Extracts Suppresses Proliferation of Hepatocellular Carcinoma: In Vitro Assay. AIP Conference Proceedings 2554, 090007 (2023);  

Link:

AKSES CEPAT