n

51动漫

51动漫 Official Website

Seimbangkan Teori dan Praktik Jadi Wisudawan Berprestasi FISIP

Anang Fajrul Ukhwaluddin, Ketua BEM UNAIR tahun 2017, menjadi wisudawan berprestasi FISIP periode wisuda Juli 2018. (Foto: Bambang BES)

UNAIR NEWS Menjadi mahasiswa berprestasi tidak pernah terbayangkan oleh Anang Fajrul Ukhwaluddin sebelumnya. Namun, mahasiswa jurusan ilmu politik tersebut kini berhasil menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) periode wisuda Juli 2018. Berbagai prestasi yang membanggakan telah diraih laki-laki kelahiran Lamongan, 12 Agustus 1995, itu.

Selama kuliah, mahasiswa yang kerap disapa Anang tersebut pernah dipercaya sebagai delegasi 51动漫 pada ASEAN Student Leaders Forum (ASLF) di Vietnam. Selain itu, Anang pernah menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 periode 2017/2018.

淢enjadi mahasiswa berprestasi sebenarnya tidak pernah terbayangkan dalam kehidupan saya. Namun, kehendak berkata lain, kesempatan yang ada menjadi salah satu alasan untuk memaksimalkan kesempatan menjadi capaian yang positif dan bermanfaat, katanya.

Terkait tantangan dalam mengemban tugas ketua BEM, Anang mengaku sangat banyak. Salah satunya, bagaimana dia harus mampu memberikan berbagai solusi atas permasalahan yang ada. Yang tentu harus dengan sangat cepat atau responsif dengan posisi ketua BEM sebagai penjembatan antara mahasiswa dan pihak pembuat kebijakan.

淪aat itulah sangat dibutuhkan kerja keras untuk mendeteksi dan memberikan solusi dengan sangat cepat, tambahnya.

Bagi Anang, menjadi ketua BEM sekaligus menyelesaikan skripsi merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Itu dikarenakan, mahasiswa pehobi membaca berita tersebut memiliki komitmen yang kuat pada akhir jabatannya.

淪aya memiliki komitmen berakhirnya tanggung jawab saya sebagai ketua BEM, maka harus berakhir pula tanggung jawab utama saya kepada orang tuanya. Yakni, menyelesaikan kuliah dan wisuda, kenangnya.

Harus memiliki perencanaan yang matang merupakan tips dan trik meraih mahasiswa berprestasi. Termasuk mampu memilah dan memilih mana tanggung jawab yang utama, kewajiban, dan kegiatan penunjang kewajiban.

淭antangan kehidupan ke depan sangat kompleks. Menjadi mahasiswa tidak bisa hanya menguasai teori dalam kelas. Tapi, sejatinya mahasiswa harus mampu menyeimbangkan antara teori dan praktik sehingga purna-kampus mampu menjadi manusia yang siap mengabdi serta mengarungi kehidupan, tuturnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT