51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

PSHT UNAIR Bawa Pulang 4 Medali dari Singapore Open 2018

KONTINGEN UKM PSHT 51¶¯Âþ seusai meraih empat medali dalam Singapore Open 2018. (Foto: Istimewa)
KONTINGEN UKM PSHT 51¶¯Âþ seusai meraih empat medali dalam Singapore Open 2018. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS “ Kabar membanggakan datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bela diri Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) 51¶¯Âþ. PSHT UNAIR kembali mengukir prestasi dalam ajang Singapore Open 2018. Kali ini Ajang di Pasir Ris, Singapura, tersebut digelar pada bulan Mei 2018, tepatnya pada Jum™at“Sabtu (11“12/5).

Capaian tersebut menambah panjang daftar raihan prestasi PSHT UNAIR. Tepatnya setelah kemenangan di UWKS (Universitas Wijaya Kusuma Surabaya) Cup dan ITS (Institut Teknologi Surabaya) Cup. Diketahui, Singapore Open merupakan ajang bergengsi dua bulanan, digelar dua bulan sekali.

Dalam ajang tersebut, PSHT UNAIR memberangkatkan 11 anggota tim. Perinciannya, terdapat sebelas peserta lomba dan seorang official.

Empat medali berhasil diraih tim PSHT UNAIR. Yakni, satu medali emas oleh Devy Nadya; satu medali perak oleh M. Vendrika A.; dan dua medali perunggu oleh Okta Satriatus S serta Uswatun Khasanah.

Tahun kemarin, kami mengirim 18 kontingen beserta official. Dan, kami berhasil membawa 15 medali kemenangan, ujar Muhammad Ainun Najib, salah seorang anggota UKM PSHT UNAIR.

Untuk tahun ini, terjadi penurunan, imbuh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR angkatan 2015 itu.

Meski demikian, lanjut Ainun, bukan berarti capaian tahun ini dipengaruhi kualitas pemain PSHT UNAIR yang menurun. Tahun ini antusiasme peserta terhadap kejuaran tersebut meningkat, pesertanya membludak. Akibatnya, persaingan antar-kontingen sangat ketat.

˜™Intinya, kami masih unggul dibanding kontingen yang lain, sebutnya.

Ainun menambahkan, latihan rutin anggota tim menjadi kunci di balik kesuksesan PSHT UNAIR dalam Singapore Open kali ini. Pemilihan peserta untuk diberangkatkan memiliki kriteria-kriteria khusus. PSHT UNAIR tidak hanya memandang peserta dari segi keahlianya dalam bermain, tapi juga segi kemauan peserta itu sendiri.

Bergantung keseriusan anggota PSHT. Bila ada yang tidak serius, kami tidak akan memberangkatkannya ke turnamen, tuturnya.

Dengan prestasi itu, menurut Ainun, PSHT UNAIR akan terus mengarahkan anggotanya mengasah diri sebaik-baiknya dan menggali potensi sebanyak-banyaknya. Sebab, terdapat banyak turnamen bela diri yang sudah menunggu dalam berbagai kesempatan.

Selain itu, raihan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program rektorat menuju 500 World Class University (WCU), katanya. Satu kata untuk PSHT UNAIR, Yakni persaudaraan, imbuhnya. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT