Virus Varicella zoster (VZV) merupakan virus yang menyebabkan manifestasi infeksi klinis utama pada manusia, yaitu cacar air atau varicella dan herpes zoster. Herpes zoster disebabkan oleh reaktivasi virus laten yang didapat dari varicella. Reaktivasi VZV dapat terjadi secara spontan atau ketika kekebalan tubuh melemah. Pertambahan usia, trauma fisik (termasuk prosedur gigi), stres psikologis, keganasan, terapi radiasi, dan kondisi imunokompromais, termasuk penerima transplantasi, terapi steroid, kehamilan, dan infeksi HIV, merupakan faktor predisposisi reaktivasi VZV.
Pada penelitian ini, kami melibatkan 3 pasien herpes zoster dengan manifestasi klinis yang berbeda. Pada pasien pertama, pasien tidak hanya lebih tua tetapi juga dalam kondisi kesehatan yang buruk karena kelelahan merawat ayahnya yang sakit. Pada pasien kedua kondisi keganasan merupakan predisposisi terjadinya reaktivasi virus, sedangkan pada pasien ketiga, kehamilan merupakan faktor yang menurunkan imunitas.
Dalam ketiga kasus tersebut, tes Tzanck menunjukkan adanya sel raksasa berinti banyak. Meskipun penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, angka kesakitan dapat dikurangi secara signifikan dengan terapi antiviral dan simtomatik dini. Perawatan simtomatik, seperti menjaga lesi kulit tetap bersih dan kering, menggunakan pembalut steril yang tidak melekat untuk melindungi lesi, aplikasi topikal (misalnya losion kalamin), memblokir sistem saraf simpatis, dan mengonsumsi analgesik (aspirin dan lain-lain), dapat digunakan. seperti yang disarankan dalam dua kasus kami dan berkontribusi lebih cepat
Pasien diobati dengan obat antivirus dan terapi suportif di ketiga titik tersebut selama satu minggu. Asiklovir 800 mg (5 kali sehari selama tujuh hari) diresepkan untuk mengendalikan fase virus aktif.2,21 Keterbatasan desain seri kasus ini adalah kurangnya kelompok pembanding. Dengan rangkaian kasus yang kecil, kita tidak akan memiliki kemampuan untuk mendeteksi perbedaan risiko suatu hasil, terutama jika hal tersebut tidak jarang terjadi. Saya menyarankan agar penelitian di masa depan meningkatkan jumlah peserta dan memberikan rincian yang cukup seperti paparan, gejala, tanda, intervensi, dan hasil
Penulis : dr. Hasnikmah Mappamasing, Sp. D.V.E, Subsp. DT, M. Kes, FINSDV
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Herpes zoster: a case series with different manifestation
Hasnikmah Mappamasing, Diah Mira Indramaya, Trisniartami Setyanigrum, Rahmadewi





