UNAIR NEWS Program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) 51动漫, menyisakan banyak cerita yang bisa dijadikan percontohan. Cerita itu dituturkan berdasarkan pengalaman kelompok mahasiswa dalam mengabdikan diri dan belajar bersama masyarakat tersebut. Kali ini, kelompok KKN-BBM di Desa Gajah, Baureno, Bojonegoro, berbagi cerita mengenai membangkitkan kembali hasrat budidaya lele yang sempat tertidur. Kelompok KKN-BBM ini beranggotakan Zahwaril Hasina (FEB), Nurul Saidah (FEB), Prelecia dea Ayu Restiana (FEB), Retno Widodo Kusumaningtyas (FISIP), Septia dian Adikara (FST), Itsna NIhayatul Fitria (FST), Alifa Jaihan Meifira (FKM), Nurul Mawaddah (FKM), Bayu Yudhi Setiawan (Psi), Seha (FIB) dan M. Aminuddin Ghufron Ali Musmar (FPK).
Aminuddin Ghufron Ali Musmar atau lebih diakrab disapa Ghufron ini bercerita tentang salah satu program andalah kelompok mereka yaitu budidaya lele.
淧roker budidaya lele ini dilakukan karena pada awalnya dulu di Desa Gajah pernah ada budidaya lele pake terpal, tapi banyak yang gulung tikar, ungkapnya.
Diakuinya bahwa sebagai mahasiswa Fakultas Perikan dan Kelautan (FPK), ia merasa perihatin atas kejadian tersebut. Ghufron dan tim pun berkeinginan untuk menumbuhkan lagi minat masyarakat untuk budidaya lele.
淪elain itu alasan kedua karena Bojonegoro tiap harinya butuh ikan lele konsumsi sebanyak 7 kwintal hingga 1 ton, namun hal itu diambilkan dari Tulungagung, sesalnya.
Dalam program kerja budidaya lele tersebut, terdiri dari beberapa kegiatan. Pertama, sosialisasi atau penyuluhan dan kedua adalah kunjungan di tiga tempat budidaya yang memiliki perbedaan pada kolamnya.
淯ntuk penyuluhan sendiri, diisi dengan pemateri dari Asosiasi Pengusaha Ikan Bojonegoro (APIB) dan juga dari praktisi budidaya ikan lele padat tebar tinggi, cerita Ghufron. 淒ari APIB sendiri juga menghadirkan orang bagian pemasaran sehingga tidak ada ceritanya gak ada yang beli ikan hasil budidaya tersebut, imbuh Ghufron.
Gufron yang pernah menjabat sebagai ketua Forum Komunikasi (FORKOM) UKM UNAIR juga menambahkan, pada kegiatan kunjungan, ia dan tim mendatangi tiga tempat milik Samrani dengan produktifitas 3 hingga 3,5 kwintal per dua hari dengan kolam beton dan semi beton, kemudian Arif kolam beton dan kolam keramba konvensional, dan yang terakhir ke CV. Mina Sejahtera kolam full beton.
Alhamdulillah setelah kunjungan tersebut, masyarakat sangat antusias untuk kembali budidaya lele, ujarnya bangga. 淒an setelah KKN ini saya juga punya komitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam budidaya ikan lele sampe mereka bisa mandiri, pungkasnya mengakhiri.
Penulis: Ahmad Jani
Editor: Nuri Hermawan





