UNAIR NEWS – Pemenuhan hak dan kesejahteraan anak-anak Indonesia penting untuk mendapat perhatian masyarakat luas. Hal itu melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa (HIMA) 51动漫 (UNAIR) Kabinet Astakala menggelar program bertajuk Swayanaka Antropologi Ceria in Action. Program yang berkolaborasi dengan Swayanaka Surabaya itu merupakan organisasi yang bergerak di bidang peningkatan kesejahteraan anak. Kegiatan berlangsung pada Minggu (4/8/2025) di Taman Bungkul, Surabaya.
Swayanaka Antropologi Ceria in Action merupakan kolaborasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan anak dari kekerasan. Kegiatan itu menyasar anak-anak di sekitar Taman Bungkul Surabaya dan berhasil mendapat partisipasi berjumlah 101 anak. Dengan melibatkan anggota Divisi Pengabdian Masyarakat HIMA Antropologi UNAIR dan relawan dari Swayanaka Surabaya, kegiatan berjalan sesuai harapan.
Menyediakan Ruang Aman bagi Anak-Anak
HIMA Antropologi UNAIR dan Swayanaka merancang berbagai aktivitas interaktif dan edukatif dalam kolaborasi ini. Pertama, anak-anak yang hadir diajak untuk membuat kincir angin bersama. Para relawan bertugas menjadi instruktur dalam kegiatan ini. Dalam proses membuat kincir angin, anak-anak diberikan ruang untuk bercerita mengenai kekerasan atau bullying yang pernah mereka alami.
淒i tengah-tengah membuat kincir angin, kita ngobrol tentang kekerasan atau bullying yang terjadi di kehidupan mereka. Aku dapat anak yang cerita tentang itu, bahkan dia tidak cerita ke orang tuanya. Jadi, kalau tidak ditanya, ya ga akan cerita, ungkap Ummu Chairun Nazillah, ketua pelaksana Swayanaka Antropologi Ceria in Action.
Dalam kegiatan tersebut, HIMA Antropologi UNAIR bersama Swayanaka berupaya memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk bercerita. Merespons beberapa pengalaman kekerasan pada anak, para relawan memberikan edukasi untuk berani bercerita pada orang tua. Setelah pembuatan kincir angin, anak-anak juga berkesempatan untuk mengasah kreativitas dan imajinasinya melalui papan ekspresi. Anak-anak menggambar pada papan ekspresi dengan alat-alat yang tersedia.

Meningkatkan Kesadaran Mengenai Kekerasan pada Anak
Program Swayanaka Antropologi Ceria in Action berhasil menyadarkan para pelaksana kegiatan bahwa kekerasan pada anak masih banyak terjadi. Hal itu disampaikan oleh Nazillah selaku ketua pelaksana kegiatan. Nazillah mengungkapkan bahwa anak-anak cenderung takut untuk bersuara ketika mendapat kekerasan atau bullying. Oleh karenanya, orang dewasa perlu untuk memberikan ruang aman bagi mereka.
淒ari kegiatan ini, kami melihat anak-anak itu cenderung takut untuk bersuara. Makanya, aku harap orang tua atau anak muda seperti kita bisa mengedukasi anak-anak untuk selalu berani. Terlebih, kalau mereka mendapat kekerasan atau bullying, ujar Nazillah.
Penulis: Khumairok Nurisofwatin
Editor: Khefti Al Mawalia





