UNAIR NEWS – Kesehatan sosial bukan hanya tentang menjaga hubungan, tetapi tentang membangun keterampilan sosial yang kuat. Dalam Training of Trainer Sobat Happy and Healthy (SOBY) di ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B, Sabtu (26/4/2025), Prof Ira Nurmala SKM MPH PhD menekankan pentingnya mengasah kapasitas diri dan keterampilan sosial agar dapat diterima dengan baik dalam lingkungan sosial.
Prof Ira mengatakan bahwa kesehatan sosial telah banyak disampaikan namun belum banyak dipahami. Ia menerangkan bahwa setiap orang memiliki keunikan tersendiri dan harus diterima. Menurutnya, sikap diskriminasi dalam bersosialisasi akan dapat memecahkan sebuah hubungan sosial.
淪ehat sosial itu adalah ketika kita bisa berhubungan dengan orang lain secara baik. Artinya kita mampu berinteraksi dengan orang lain tanpa diskriminasi, tegasnya.
Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu membutuhkan orang lain. Itulah mengapa hubungan sosial dengan orang lain harus dijaga. Prof Ira menyatakan bahwa dalam bersosialisasi diperlukan keterampilan sosial. 淜ita harus terampil secara sosial supaya bisa diterima oleh lingkungan kita, ujarnya.
Kunci Keterampilan Sosial
Prof Ira menyebutkan bahwa jika ingin mudah diterima oleh orang lain maka jangan menjadi orang yang mudah mengeluh dan toksik. 淏agaimana bisa diterima orang lain kalau dikit-dikit sudah toksik. Usahakan menjadi orang yang sehat secara emosional. selain itu tersenyumlah sebelum berbicara, tegasnya.
Kedua, keluar dari zona nyaman dan berani berbicara dengan orang yang baru dikenal. Tiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Semakin banyak orang yang ditemui maka semakin mengasah kemampuan untuk menghadapi berbagai macam tipe orang.
淜ita bisa menghadapi orang dengan lebih positif, beradaptasi, dan seterusnya, jelasnya.
Dalam bersosialisasi dengan orang lain, sambungnya, diperlukan sikap disiplin termasuk dalam hal waktu. Waktu merupakan hal yang tidak bisa dikembalikan. 淜etika kita menghambat waktu orang lain, itu tidak bisa dibayar. Hal yang paling sering kita korupsi adalah waktu, kita bikin orang menunggu, ucapnya.
Prof Ira juga menyebut bahwa keterampilan sosial dapat diasah dengan cara belajar untuk tidak menghakimi orang lain dan berusaha meluangkan waktu untuk berbicara dengan orang lain. Hal tersebut akan membuat orang merasa aman untuk berbicara dan terbuka. 淚tu membuat keterampilan sosial menjadi meningkat, tegasnya.
Penulis: Septy Dwi Bahari Putri
Editor: Khefti Al Mawalia





