51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan antara Efikasi Diri dan Locus of Control pada Mahasiswa Kedokteran yang Berkaitan dengan Kecenderungan Nomophobia.

Nomophobia (NO MObile PHOne PhoBIA) adalah istilah yang berkembang beberapa saat lalu setelah ada handphone atau smartphone menunjukkan kecemasan atau ketakutan ketika seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui smartphone, kehilangan jaringan atau keterhubungan, tidak mendapatkan informasi atau menikmati kenyamanan yang dapat dilayani smartphone.

Penggunaan yang berlebihan oleh WHO dilaporkan dapat menjadi masalah. Di Indonesia dari studi pada mahasiswa keperawatan didapatkan 63,7% mengalami nomophobia sedang.

Pada masa sekarang dimana kebutuhan akan smartpone menjadi mutlak, maka perbedaan antara kebutuhan, ketergantungan dan kecanduan mempunyai batas yang tipis. Peran kendali dari otak manusia diperlukan untuk tidak sampai jatuh pada kecanduan. Salah satu faktor penting adalah self-efficacy dan locus of control.

Self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kapasitasnya untuk melakukan perilaku yang diperlukan untuk menghasilkan pencapaian kinerja tertentu (Bandura A, 1977). Sedangkan locus of control adalah persepsi individu tentang penyebab utama yang mendasari peristiwa dalam hidupnya, apakah dikendalikan oleh diri sendiri atau oleh kekuatan eksternal (Rotter J, 1966). Sejauh ini kedua faktor ini belum menjadi perhatian dalam peran menjadi nomophobia.

Studi ini dilakukan pada 388 mahasiswa kedokteran menggunakan instrument General Self-Efficacy Scale (GSES), the Internality Powerful-Others Chance (IPC) Levenson Multidimensional Locus of Control Scales, and the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q). Karakteristik sampel adalah perempuan (67,8%), pada usia 18-23 tahun, pada pengguna smartphone 5-10 tahun, dan menggunakan smartphone lebih dari 5 jam per hari. Pengguna smartphone yang lebih dari 5-10 tahun lebih bermakna menjadi nomophobia.  

Didapatkan hasil bermakna pada mahasiswa yang mempunyai self-efficacy yang tinggi  dan menggunakan locus of control internal dapat mengalami nomophobia sedang, sedangkan self-efficacy bersama locus of control eksternal dan campuran mempunyai risiko 3 kali menjadi nomophobia derajat berat. Ada beberapa factor lain yang memengaruhi terjadinya nomophobia, seperti ansietas, depresi, loneliness, kebosanan, faktor eksternal seperti paparan sosial media yang tinggi, factor keluarga dan dukungan lingkungan.

Dari hasil ini maka perlu dicegah melakukan pola asuh yang tidak menumbuhkan locus of control internal seperti pola asuh yang keras dan mengabaikan atau permissive untuk mencegah terjadinya penggunaan smartphone yang negatif hingga adiksi karena akan membatasi kemampuan otonomi, tidak memberikan dukungan emosional, regulasi diri dan arti dari penggunaan smartphone.

Penggunaan smartphone untuk tujuan positif dapat meningkatkan self-efficacy, usaha menyeimbangkan kondisi ini sangat diperlukan agar tidak menjadi dampak negatif. Dari penelitian ini didapatkan bahwa mahasiswa yang mempunyai locus of control internal dan self-eficacy yang baik dapat sebagai faktor proteksi terjadinya nomophobia. Sehingga kesadaran untuk memberikan pengasuhan dari orang tua yang tepat sejak dini pada para calon mahasiswa, seperti memberikan afeksi, dan semangat, fleksibel, menerima dan memberikan kesempatan pada anak untuk menjadi independent dan dapat mengontrol diri dengan baik.

Penulis: Dr. Margarita M. Maramis, dr. SpKJ(K), FISCM.

Referensi: 听The relationship between self-efficacy and locus of control in medical students related to nomophobia tendency. Yunatan Iko Wicaksono,Margarita Maria Maramis. Australas Psychiatry, 2023 Nov. 21:10398562231209826. PMID: 37990509. doi: 10.1177/10398562231209826. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37990509/

AKSES CEPAT