51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Antara Paritas dan Riwayat Hipertensi dengan Skor Modified Early Obstetric Warning System (MEOWS)

Preeklamsia merupakan gangguan khusus kehamilan yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah disertai protein dalam urine dan gejala klinis gangguan multiorgan akibat penanaman plasenta yang buruk. Preeklamsia onset dini, di mana gejala muncul sebelum 34 minggu kehamilan, berhubungan dengan peningkatan risiko komplikasi maternal jangka pendek dan panjang, serta kematian dan morbiditas perinatal. Preeklamsia onset dini adalah varian penyakit klinis yang paling parah, terjadi pada 5-20% dari semua kasus preeklamsia. Insidensi preeklamsia onset dini adalah 4 per 1000 kelahiran. Faktor-faktor penyebab preeklamsia melibatkan usia ibu, paritas, riwayat komplikasi, penyakit kronis, dan pemeriksaan kehamilan Antenatal Care. Preeklamsia adalah penyebab kematian maternal dan perinatal yang paling penting.

Menurut peneliti Chappell et al. menyatakan bahwa faktor risiko klinis tertinggi yang menyebabkan preeklamsia adalah riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya riwayat hipertensi kronis serta riwayat paritas. Wanita dengan faktor risiko di atas berpotensi mengalami kondisi buruk, sehingga pemantauan yang ketat harus dilakukan. Modified Early Obstetric Warning System (MEOWS) adalah instrumen pemantauan modifikasi dari Early Warning System (EWS) yang dapat digunakan pada wanita hamil dan pasca persalinan untuk membantu deteksi dini, perawatan, pengobatan, dan rujukan terhadap perubahan parameter yang menuju memburuk. Menurut penelitian Arnolds et al. penggunaan MEOWS dengan akurat dapat membantu mengurangi peningkatan mortalitas ibu di Amerika Serikat. Sensitivitas tertinggi MEOWS terdapat pada kasus preeklamsia, yaitu 72%, bila dibandingkan dengan infeksi maternal (52%) dan perdarahan postpartum (25%). Manajemen preeklamsia berat onset dini, terutama pada onset dini, masih menjadi salah satu tantangan terberat dalam praktik kebidanan. Penilaian yang cermat, stabilisasi kondisi ibu, pengamatan yang ketat, dan keputusan untuk mengakhiri kehamilan pada waktu dan kondisi yang tepat adalah komponen penting dalam penanganan preeklamsia berat. Penggunaan instrumen MEOWS: Diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penurunan klinis sehingga keputusan manajemen dapat segera diambil. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya adalah rumah sakit tipe A, yang merupakan pusat rujukan utama di Jawa Timur, sehingga banyak rujukan ibu dengan kasus sulit, termasuk preeklamsia berat onset dini. Sehingga, berdasarkan temuan yang sudah ada, tim peneliti melakukan observasi lebih mendalam terkait hubungan antara paritas dan Riwayat hipertensi dengan skor Modified Early Obstetric Warning System (MEOWS) pada Penderita Preeklamsia Berat Onset Dini.

Dari temaun peneliti didapatkan bahwa Skor Modified Early Obstetric Warning System (MEOWS) yang digunakan untuk mendeteksi perubahan parameter pasien obstetri yang memiliki prognosis buruk, rata-rata adalah 8,11 pada penderita preeklamsia berat onset dini. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dan skor MEOWS. Namun, riwayat hipertensi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan skor MEOWS, menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat hipertensi mungkin lebih rentan terhadap keparahan preeklamsia. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor yang dapat memengaruhi keparahan preeklamsia berat onset dini. Meskipun paritas tidak secara signifikan berkaitan dengan skor MEOWS, riwayat hipertensi tampaknya memiliki pengaruh yang signifikan. Informasi ini dapat membantu praktisi kesehatan untuk melakukan pemantauan yang lebih intensif pada wanita hamil dengan riwayat hipertensi, sehingga dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Hasil penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui titik potong skor MEOWS pada pasien  PEB onset dini yang dilakukan terminasi, serta perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait hubungan skor MEOWS dengan manajemen tatalaksana PEB onset dini.

Penulis:

Armalla Roslina S, Astika Gita Ningrum

Untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui link berikut:

DOI:   

AKSES CEPAT