51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Jaringan, Kreativitas Wirausaha dan Keunggulan Kompetitif

Hubungan Jaringan, Kreativitas Wirausaha dan Keunggulan Kompetitif
Ilustrasi UMKN (sumber: RRI)

Jumlah UMKM di Indonesia berkembang pesat beberapa tahun terakhir, khususnya setelaha danya pandemic covid-19. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia per tahun 2019, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,47 juta lembar, dan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 60,5%. Lebih rinci, juga berkontribusi terhadap ekspor nonmigas sebesar 15,6%, melibatkan 119,56 juta tenaga kerja (KemenkopUKM, 2019). Karena UMKM Indonesia berkembang pesat, kondisi ini menyebabkan persaingan antar UMKM, dan pada akhirnya mereka dituntut untuk mencapai keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif sangat penting bagi perusahaan ketika mereka beroperasi di lingkungan pasar yang menantang. Keunggulan kompetitif dapat berarti sebagai keunggulan strategis entitas bisnis dalam industri yang kompetitif di mana kemungkinan besar untuk mengungguli pesaing. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh moderasi kemampuan integrasi pengetahuan terhadap hubungan antara ikatan bisnis, ikatan politik, dan kreativitas kewirausahaan terhadap keunggulan kompetitif UMKM di Indonesia.

Kebaruan dari penelitian ini adalah pemanfaatan kemampuan integrasi pengetahuan sebagai moderasi pengaruh hubungan bisnis, ikatan politik, dan kreativitas kewirausahaan terhadap keunggulan kompetitif yang berlaku pada UMKM di Indonesia . Penelitian ini memperkenalkan kemampuan integrasi pengetahuan sebagai moderator pengaruh ikatan jaringan dan kreativitas usahawan terhadap keunggulan kompetitif. Secara umum, penelitian ini berkontribusi pada literatur bahwa kemampuan integrasi pengetahuan memoderasi efektif ikatan jaringan dan kreativitas kewirausahaan untuk keunggulan kompetitif. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan UMKM. Dengan menunjukkan bahwa pelaku UMKM perlu memperluas ikatan jaringan dan meningkatkan kreativitas dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, UMKM juga perlu meningkatkan kemampuan integrasi pengetahuan mereka untuk mencapai keunggulan kompetitif.

Metode dan Diskusi

Responden dalam penelitian ini adalah para pelaku UKM di Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif berupa persepsi responden terhadap variabel yang diuji. Berdasarkan sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pendapat subjek penelitian yang dikumpulkan dengan menggunakan survei kuesioner. Sebelum kuesioner didistribusikan kepada responden penelusuran ulang. Melaksanakan pre-test pada 30 reponden sebagai proyek percontohan untuk mengkonfirmasi validitas dan keandalan isi kuesioner. Kemudian, kuesioner tersebut dibagikan kepada responden dengan menggunakan formulir Google dan berbagi secara manual. Dari 500 pertanyaan yang telah dibagikan, 358 dapat digunakan untuk tujuan analisis.

Penelitian ini membuktikan bahwa kolaborasi bisnis, politik, dan kreativitas kewirausahaan memiliki efek positif terhadap keunggulan kompetitif. Adanya hubungan baik dengan pemasok, pelanggan, pesaing, dan politik secara tidak langsung akan memberikan informasi yang bermanfaat. Informasi tersebut dapat Berguna bagi pengusaha dalam menyebarkan bisnisnya. UMKM juga harus memiliki ide-ide kreatif agar bisnisnya dapat berkembang dan mampu mencapai keunggulan yang kompetitif. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kemampuan integrasi pengetahuan dapat memperkuat pengaruh ikatan bisnis dan kreativitas kewirausahaan terhadap keunggulan kompetitif. Dengan mengintegrasikan pengetahuan dan sumber daya yang relevan secara lebih cepat dan fleksibel, serta mengkoordinasikan alokasi pengetahuan internal dan eksternal, UMKM dapat berkembang lebih cepat dan mengungguli persaingan.

Penelitian ini dapat memiliki implikasi praktis bagi UMKM. Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan tambahan. Terutama, bagi pengusaha UMKM, bahwa mencapai keunggulan kompetitif tidak selalu melibatkan pemanfaatan sumber daya fisik perusahaan. Namun, sumber daya pengetahuan juga memainkan peran penting dalam mencapai keunggulan kompetitif ini. Pengusaha UMKM perlu memperluas ikatan jaringan dan meningkatkan kreativitas dalam menjalankan bisnisnya. UMKM juga perlu meningkatkan kemampuan pengetahuan mereka untuk mencapai keunggulan kompetitif. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat berguna untuk melengkapi literatur terkait sumber keunggulan kompetitif perusahaan.

Penulis: Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., ASEAN CPA

Link:

Baca juga: Sinisme, Keadilan, dan Perilaku Mendukung Perubahan di PT Indonesia

AKSES CEPAT