51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Sifat Mekanik Material Stent Ureter dengan Masa Pakai

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Stent ureter digunakan untuk mempertahankan aliran urin dari ginjal ke kandung kemih pada pasien dengan penyumbatan aliran urine. Stent ureter dibuat dari bahan polimer seperti polimer sintetis dan silikon. Material tersebut dipilih karena memiliki sifat dan ketahanan yang baik. Beberapa produsen mengklaim masa pakai stent ureter berkisar antara 3 bulan, 6 bulan,  dan 12 bulan. Sehubungan dengan ketahanan dari stent ureter, terdapat laporan yang menyatakan bahwa stent mengalami kerusakan atau patah saat dilakukan pelepasan. Pengujian stent dari beberapa merek dengan melakukan uji tarik dan analisa komposisi material sudah pernah dilakukan, namun untuk merek Ark dan Marflow belum pernah dilakukan pengujian sebelumnya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk  menguji kekuatan dan elastisitas dari beberapa produk stent ureter yaitu Ark dan Marflow.

Penelitian ini menilai 5 produk stent ureter (Ark White, Marflow Blue, Marflow Yellow, Ark Black, Marflow Black) yang tersedia di Indonesia. Sampel dikelompokkan berdasarkan masa pakai yang diklaim oleh produsen yaitu 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan dan pengujian produk hanya dilakukan satu kali.

Setelah dilakukan pengukuran diameter stent dengan menggunakan teknik Scanning Electron Microscopy (SEM) yakni dengan melihat permukaan dan struktur suatu benda menggunakan perbesaran sangat tinggi pada partikel zat. Dari Teknik SEM didapatkan ukuran diameter bagian luar stent bervariasi antara 1,49 mm hingga 2,01 mm, sedangkan diameter bagian dalam bervariasi antara  0,97 mm hingga 1,27 mm. Stent dengan merek Marflow Black memiliki diameter bagian luar terbesar sedangkan Marflow Blue memiliki diameter bagian luar dan dalam terkecil.  Unsur kimia dari stent berfungsi sebagai agen pemberi warna putih dalam sinar x ray (radio opaque), sehingga membuat stent terlihat saat dilakukan pemeriksaan X-ray. Identifikasi unsur-unsur kimia dilakukan dengan menggunakan Energy Dispersive X-ray (EDX) sebagai metode analisa unsur kimia penyusun suatu material dan didapatkan bahwa semua stent mengandung unsur barium (Ba), sulfur (S), dan oksigen (O). Analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) yakni berupa analisis material untuk mengidentifikasi jenis bahan suatu material menggunakan interaksi cahaya inframerah, menunjukkan semua stent berasal dari material polimer dengan tiga stent berbahan polimer sintetis yang sesuai untuk masa pakai pendek (< 6 bulan) sedangkan dua stent berbahan silikon yang lebih sesuai untuk masa pakai panjang (>6 bulan).

Stent yang memiliki kekuatan terbaik merupakan produk Ark Black sedangkan stent dengan elastisitas terbaik merupakan produk dari Marflow Yellow. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa perbedaan sifat mekanik material stent tidak berhubungan dengan perbedaan masa pakai stent, sehingga hal ini menjelaskan bahwa Stent ureter dengan masa pakai yang lebih panjang tidak selalu yang terkuat dan biasanya memiliki sifat yang paling kaku.

Penulis: Lukman Hakim, dr., M.Kes., Ph.D.

Informasi lengkap tulisan ini dapat diakses pada laman :

Syaifudin A, Averil ZZ, Izzuddin MY, Rasyida A, Nurkhamiddah S, Hakim L, Sasaki K. How Mechanical Properties of Ureteral Stent Material Affect Its Service Life. J Biomed Mater Res B Appl Biomater. 2025 Nov;113(11):e35692. doi: 10.1002/jbm.b.35692. PMID: 41235746.

AKSES CEPAT