Stunting merupakan ancaman utama bagi terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan harus ditangani secara bersama-sama oleh semua pihak. Pencegahan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor dan dilakukan secara menyeluruh. Kebijakan dan regulasi yang ada di tingkat pusat juga harus ditindaklanjuti di tingkat daerah hingga ke tingkat desa dan melibatkan sektor kesehatan dan sektor terkait lainnya. Beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting, salah satunya adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi. Tokoh agama diyakini memiliki otoritas yang besar di masyarakat dan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu. Kajian literatur ini bertujuan untuk membahas peran tokoh agama dalam meningkatkan pengetahuan ibu untuk mengurangi stunting. Metode penelitian ini merupakan hasil dari tinjauan literatur. Penulis mencari beberapa dasar tertulis, baik berupa artikel, jurnal, maupun kredensial lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas, sehingga bukti-bukti yang diperoleh dari studi literatur tersebut digunakan sebagai orientasi untuk memperkuat pengaruh-pengaruh yang ada. Studi literatur ini dilakukan setelah mendefinisikan area studi, dan mendefinisikan desain masalah, sebelum mengumpulkan data yang diperlukan. Literatur dicari menggunakan mesin pencari untuk mendapatkan artikel jurnal gratis dalam format PDF, dari Google Scholar, dan PubMed. Eksplorasi dan identifikasi artikel yang memiliki keterkaitan akan dikompilasi. Identifikasi dan penyaringan artikel untuk mendapatkan artikel yang memenuhi syarat dengan menggunakan metode Prisma.
Terdapat 10 artikel yang termasuk dalam artikel kuantitatif dan kualitatif (n=10), dari 2541 artikel hasil identifikasi pertama, yang dianggap relevan. Proses pencarian artikel jurnal di database menggunakan beberapa kata kunci seperti pengetahuan ibu, pemuka agama, dan stunting. Pencarian database dibatasi pada artikel penelitian dan ulasan berbahasa Inggris dan Indonesia yang diterbitkan dalam 7 tahun terakhir (2015-2022). Penyaringan artikel didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi, termasuk artikel yang mengulas program atau intervensi untuk mengatasi malnutrisi dan gizi kurang di setiap negara, kebijakan, dan masalah pada anak dengan gizi kurang. Artikel tidak diikutsertakan jika artikel tersebut meneliti kekurangan gizi pada anak usia sekolah, remaja, orang dewasa, atau bahkan orang tua. Dari artikel yang mengulas pemuka agama dan pengetahuan ibu dalam penurunan stunting, ditemukan bahwa kebijakan yang bertujuan untuk mempercepat pencegahan stunting cukup baik di tingkat pusat, daerah, dan kabupaten, tetapi aturan tentang metode spiritual masih belum memadai. Para pemuka agama tidak mendapatkan bukti yang cukup terkait stunting, sehingga mereka tidak dapat melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Terdapat hubungan antara pemuka agama dalam meningkatkan pengetahuan ibu untuk mengurangi stunting. Keberadaan pemuka agama telah memberikan peran dan fungsi dalam pengembangan kebudayaan, dakwah, transmisi ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan perubahan sosial. Tokoh agama memiliki kepedulian untuk membentuk masyarakat yang cerdas sehingga mampu menghilangkan ketidaktahuan dan meningkatkan moralitas sehingga dapat menyelesaikan masalah.
Peran mereka dapat meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil pada 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada bayi. Peran strategis tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada ibu hamil, dengan adanya interferensi komunikasi budaya dalam upaya pencegahan stunting, melalui kegiatannya yang gencar dalam menyampaikan berita gizi di program-program keagamaan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam upaya penurunan stunting. Isu agama dan stunting sangat relevan jika disampaikan oleh pemuka agama. Pemuka agama dapat berperan sebagai agen sosial dalam mencegah stunting melalui kegiatan keagamaan yang mereka lakukan. Pemuka agama memiliki peran sebagai aktor utama dalam penyebaran informasi. Strategi untuk mempercepat pencegahan stunting melalui metode keagamaan dengan menggunakan metode dan jaringan komunikasi yang sesuai seperti konseling pranikah, majelis ilmu, dan khotbah.
Penulis : Nyoman Anita Damayanti
Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link dibawah :
Judul: The relationship between religious leaders and the knowledge of mothers in reducing stunting: a literature review





