UNAIR NEWS – Sungai merupakan salah satu hal terpenting bagi kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai sumber kehidupan manusia, namun juga sebagai lanskap budaya yang menciptakan suatu kebudayaan dan peradaban manusia .
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Kalbu, Yuni Prihayati pada – Workshop Water Champions in River Revitalization: Catalysts for Crafting a Sustainable, Resilient Blueprint of Heritage Cities in Indonesia di ASEEC Tower, A8.03 pada Minggu (28/7/2024).
Yuni Prihayati menerangkan, Kalbu merupakan komunitas para praktisi, peneliti, aktivis dan penggerak pada bidang lanskap budaya dengan visi konservasi dan menyebarluaskan kepedulian masyarakat kepada peninggalan sebuah budaya yang tangible dan intangible. .
淗al ini merupakan urgensi terutama bagi Indonesia yang memiliki peninggalan-peninggalan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Singkatnya, lanskap budaya merupakan sebuah lanskap yang terbentuk karena adanya percampuran budaya dengan kurun waktu yang cukup lama, terangnya.
Pelestarian Sungai
Yuni mengatakan, seiring berjalannya waktu kondisi dari sungai sangat memprihatinkan. Ia menyayangkan karena seharusnya masyarakat lebih banyak menaruh perhatian pada kondisi sungai. Apalagi permasalahan sungai kian signifikan sehingga krisis air menjadi ancaman bagi manusia.
淎pabila persoalan-persoalan sungai ini tidak teratasi dengan baik akan mempengaruhi kehidupan manusia. Dengan demikian, perlu adanya uluran tangan dari berbagai lapisan untuk menuntaskan permasalahan sungai, papar Yuni.
Direktur Kalbu juga mengatakan bahwa danau dan sungai merupakan salah satu sumber lima persen dari ketersedian air yang layak untuk keberlangsungan hidup manusia. Apabila jumlah tersebut kian berkurang setiap tahunnya, krisis air ini akan menjadi bencana bagi manusia
淗al ini merupakan tugas kita bersama untuk saling menjaga kebersihan air danau dan sungai. Apabila hal ini menyebabkan masyarakat menggunakan air tanah yang untuk mengelolanya sangat memerlukan waktu yang cukup lama, tambahnya.
Yuni menuturkan, kelestarian sungai ini juga berpengaruh kepada kehidupan biota hewan. Jika biota hewan terganggu akan berpengaruh juga pada ekosistem lingkungan alam sekitarnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan sungai bagi segala kehidupan.
Gamification
Dalam workshop ini, Yuni menggunakan gamification yang merupakan metode penjelasan dengan konsep bermain. Melalui gamification, Ia berharap para peserta dapat menangkap materi dengan lebih mudah. Selain itu, metode itu juga dapat menciptakan suasana yang fun.
淢akanya, kami menerapkan gamification ini agar berkesan seru dan memudahkan peserta dalam memahami materi. Biasanya para peserta akan lebih antusias. Dengan harapan, tidak hanya mendapatkan materi, namun juga harus menerapkan materi dikehidupan sehari-hari, ujar Yuni.
Yuni berharap workshop yang telah ia paparkan dapat bermanfaat serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan permasalahan air dan sungai di Indonesia.
Penulis: Satrio Dwi Naryo
Editor: Edwin Fatahuddin
Baca juga: Dihadiri 1300 Partisipan, Opening Ceremony ICAS 13 Berlangsung Meriah





