51动漫

51动漫 Official Website

Identifikasi Drug-Related Problems Obat dengan Bentuk Sediaan Khusus pada Pasien Geriatri

Pasien geriatri adalah pasien berusia di atas 60 tahun yang menderita berbagai penyakit akibat penurunan fungsi organ. Pada kondisi normal, pasien geriatri mengalami perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada keadaan ini, pasien geriatri mengalami suatu kondisi yang disebut sindrom geriatri. Itu adalah kondisi multifaktorial yang melibatkan banyak faktor risiko seiring bertambahnya usia menyebabkan penurunan fungsi dan kerusakan organ. Sindrom geriatri dan multimorbiditas menyebabkan Drug Related Problems, khususnya obat dengan bentuk sediaan khusus.

Obat dengan bentuk sediaan khusus adalah obat yang mempunyai alat yang mempunyai cara penggunaan khusus (drug delivery device) dan obat pelepasan termodifikasi (drug delivery system). Dalam praktek klinis, alat penghantaran obat terdiri dari bentuk inhaler yaitu inhaler bubuk kering (DPI) seperti diskus, turbuhaler, breezhaler dan metered dose inhaler (MDI), bentuk pena seperti pena insulin, dan lain-lain. Sedangkan sistem penghantaran obat adalah obat pelepasan termodifikasi seperti OROS, pelepasan tertunda dan pelepasan berkelanjutan.

Penggunaan obat dengan bentuk sediaan khusus terbukti menimbulkan masalah pada pasien geriatri. Selain itu, fungsi fisiologis, penyakit penyerta dan komplikasi serta polifarmasi juga berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat yang berdampak pada keselamatan pasien. Oleh karena itu, penelitian ini akan memberikan informasi dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi terapi obat dengan bentuk sediaan khusus pada pasien geriatri serta memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan konseling pada pasien geriatri sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan dan keberhasilan terapi.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional-prospektif. DRP diidentifikasi melalui wawancara. Konseling pengobatan diberikan oleh apoteker sebelum pasien melakukan wawancara. Peserta diwawancarai dua kali (pretest dan posttest). Pada pretest, pasien diberikan pertanyaan dan mengidentifikasi bagaimana mereka menggunakan obat. Permasalahan yang ditemukan diberi solusi melalui pendidikan verbal dan nonverbal (leaflet). Setelah sebulan, pasien akan diwawancarai lagi dengan pertanyaan yang sama. Kemudian setiap soal akan diberi skor untuk dianalisis.

Total sampel yang diperoleh adalah sebanyak 82 bentuk sediaan khusus, terdapat alat penghantaran obat antara lain inhaler (26%) dan pena insulin (29%), dan sistem penghantaran obat meliputi OROS (33%), retard (6%), dan pelepasan berkelanjutan (6). %). DRP ditemukan pada 40% diantaranya. Dalam bentuk inhaler, DRPs DPI adalah kegagalan memuat dosis, pengocokan setelah dosis diisi, dan tidak memeriksa sisa dosis setelah menggunakan alat. Sedangkan pada MDI tidak ditemukan DRP. DRPs insulin pen adalah kesalahan penyimpanan alat (25%), posisi penyuntikan (8%), dan penggunaan jarum tumpul/patah berulang kali (38%). Sedangkan pada obat pelepasan termodifikasi terdapat kesalahan penyimpanan obat (5%). Persentase ketidakpatuhan adalah Turbuhaler 33%, Breezhaler 60%, Diskus 25%, MDI 0%, insulin pen 29%, dan obat pelepasan termodifikasi 24%. Solusinya diberikan dengan menggunakan pendidikan verbal seperti leaflet. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada insulin pen dan obat pelepasan termodifikasi, sedangkan pada inhaler tidak terdapat perbedaan bermakna.

Berdasarkan hasil identifikasi masalah penggunaan obat dengan bentuk sediaan khusus sebanyak 82 sediaan pada pasien geriatri, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Masalah penggunaan obat dengan bentuk sediaan khusus:
  2. Bentuk DPI adalah kegagalan penyiapan dosis, adanya guncangan setelah penyiapan, tidak dilakukan pengecekan sisa dosis setelah penggunaan alat, dan penggunaan obat yang tidak teratur. Sedangkan pada MDI tidak ditemukan masalah.
  3. Jenis-jenis pena insulin: penyimpanan sediaan yang tidak tepat, posisi saat menyuntik, penggunaan jarum tumpul/patah secara berulang-ulang, dan penggunaan obat yang tidak teratur.
  4.  Sediaan obat dengan pelepasan termodifikasi: kesalahan penyimpanan obat, dan penggunaan obat yang tidak teratur.
  • Upaya penyelesaian permasalahan penggunaan obat dengan bentuk sediaan khusus berupa intervensi dengan konseling verbal dan nonverbal (leaflet) belum memberikan hasil yang maksimal.
  • Masalah Terkait Obat Obat dengan bentuk sediaan khusus termasuk alat penghantaran obat khusus dan obat pelepasan termodifikasi ditemukan pada pasien geriatri. Kesalahan-kesalahan ini tidak dapat dianggap remeh karena dapat menyebabkan hasil terapi yang tidak memadai, hilangnya efektivitas terapi, dan peningkatan biaya layanan kesehatan. Konseling verbal dan nonverbal (leaflet) dari tenaga kesehatan harus mempertimbangkan potensi dan risiko kesalahan penggunaan narkoba, melakukan pencegahan, dan memperbaikinya bila menemukan kesalahan. Terdapat beberapa hal yang memerlukan penelitian lebih lanjut seperti berapa lama dan berapa frekuensi konseling yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini guna mencapai efektivitas terapi dan keamanan pengobatan.

Penulis : Dr. apt. Yulistiani, M.Si

Link Artikel Jurnal      :

AKSES CEPAT