51动漫

51动漫 Official Website

Identifikasi Molekuler Cacing Ascaridia galli pada Ayam dari Pasar Tradisional

Ilustrasi ayam potong (oleh Citra Indonesia)

Ascariasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Ascaridia galli. Cacing ini merupakan nematoda parasit yang sering ditemukan pada unggas, termasuk ayam. Infeksi parasit ini terjadi ketika ayam menelan telur yang mengandung larva dalam makanan atau minuman. Salah satu faktor terjadinya infeksi parasit ini pada ayam adalah sistem pemeliharaan tradisional dengan ayam bebas berkeliaran dan mudah terinfeksi. Parasit ini bersifat patogen pada ayam dan menyebabkan penurunan laju pertumbuhan, penurunan berat badan, produksi telur rendah, dan kematian pada ayam yang terinfeksi. Maka dari itu perlu dilakukan program pengendalian dan pencegahan parasit yang efektif. 

Pemeriksaan secara morfologi tidak seakurat analisis genetik. Teknik molekuler yang dikembangkan berdasarkan kajian penanda genetik khususnya gen COX-1, ITS-1, dan ITS-2, sangat spesifik dalam menentukan perbedaan spesies dalam genus Ascaridia. Metode pemeriksaan molekular yang biasanya digunakan yakni menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction). Metode ini sering digunakan karena memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dalam amplikasi produk dan penentuan spesies serta tidak memerlukan waktu yang lama.

Penelitian ini menggunakan sampel cacing dewasa dari Ascaridia galli yang didapatkan  dengan bedah 100 usus halus ayam yang dikoleksi dari Pasar Tradisional di Surabaya, Indonesia. Setiap sampelnya dikumpulkan dalam petridish mengandung NaCl fisiologis. Morfologi cacing difiksasi dengan pewarnaan Semichen Acetic Carmine yang kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop perbesaran 100x.

DNA diekstraksi sesuai dengan prosedur penggunaan PCR pada laboratorium. Sebanyak 5 碌l DNA digunakan sebagai template. Primer spesifik yang digunakan gen COX-1. Campuran PCR 25 碌l terdiri dari 12,5 碌l PCR Mastermix; 1,25 碌l primer, dan 5 碌l DNA. PCR dilakukan denaturasi awal pada suhu 94掳C selama 7 menit, 35 siklus denaturasi pada suhu 96掳C selama 50 detik, annealing pada suhu 50掳C selama 40 detik, dan ekstensi pada suhu 72掳C selama 1 menit, serta ekstensi akhir pada 72掳C selama 10 menit. Produk yang diamplifikasi divisualisasikan dalam gel agarosa 1,5% di bawah sinar UV pada panjang gelombang 360 nm.

Hasil pembedahan 100 usus halus ayam ditemukan cacing Ascaridia galli secara makroskopis tampak berwarna putih  kekuningan, memiliki tubuh besar dan panjang 30-50mm untuk jantan serta 65-80mm untuk betina. Secara mikroskopis, terlihat pada bagian anterior terdapat mulut yang dilengkapi dengan tiga bibir besar, satu bibir pada bagian dorsal dan dua pada bagian lateroventral, esofagus dan kutikula. Pada bagian posterior, cacing A. galli jantan memiliki spikula, penghisap pre-cloacal dan anus. Pengamatan morfologi cacing A. galli pada bagian anterior menunjukkan kutikula, esofagus dan mulut yang dilengkapi dengan tiga bibir. Pada pemeriksaan molekular menggunakan PCR untuk identifikasi cacing A. galli dengan mengamplifikasi gen COX-1. Hasil elektroforesis pada gel agarosa 2% selama 30 menit pada 100 Volt menunjukkan fragmen gen COX-1 sepanjang 533 bp.

Penulis: Dr. Kusnoto, drh., M.Si.

厂耻尘产别谤:听

AKSES CEPAT