51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Iklim Panas dan Kurangnya Kesadaran Pekerja untuk Konsumsi Air Minum yang Cukup Menjadi Penyebab Banyak Pekerja Mengalami Dehidrasi

Foto oleh Berita

Saat ini banyak sekali jenis pekerjaan yang menuntut pekerja harus melakukan aktivitas pekerjaan di luar ruangan sehingga para pekerja tersebut pasti akan terpapar secara langsung suhu panas dari sinar matahari sehingga memicu timbulnya keringat berlebih saat bekerja dan dapat meyebabkan dehidrasi jika tidak minum air dengan cukup. Dehidrasi sendiri merupakan kondisi dimana tubuh kehilangan cairan karena terlalu banyak berkeringat akibat terpapar panas dalam waktu yang cukup lama.

Penggukuran iklim kerja yang kami lakukan, menunjukkan hampir semua jenis pekerjaan yang menjadi sasaran penelitian kami antara lain pekerja bagian pengelesan, mesin dan lain-lain terpapar iklim kerja melebihi ambang batas yang diperkenankan oleh peraturan kementrian tenaga kerja terkait paparan iklim kerja panas yang diperkenankan saat bekerja. Hal tersebut memang menunjukkan bahwa sangat wajar jik abanyak pekerja yang merasakan kondisi tidak nyaman saat bekerja, karena dengankondisi panas tersebut dan dengan aktivitas pekerjaan mereka yang masuk dalam kategori beban kerja berat, membuat mereka semakin banyak mengeluarkan cairan melalui keringat dan apabila tidak diiringi dengan konsumsi air yang cukup akan sangat membahayakan kondisi kesehatan mereka.

Beberapa ancaman masalah kesehatan yang lebih serius akibat paparan iklim kerja panas yang berlebih dan kondisi dehidrasi yang sedat tidak ditangani antara lain pekerja dapat mengalami kram, mual, pingsan hingga serangan stroke yang dapat menyebabkan pekerja harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan sesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Saat kami lakukan wawancara kepada semua pekerja yang menjadi responden kami terkait subyektifitas mereka apakah terganggu dengan kondisi panas dilingkungan kerja mereka, Sebagian besar menyatakan tidak terganggu. Meski demikian, tidak berarti kondisi ini aman dan tidak membahayakan pekerja, diduga pekerja telah mengalami aklimatisasi atau tubuh mereka telah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sebenarnya kondisinya tidak normal. Meskipun telah adanya aklimatisasi pada pekerjaan di iklim kerja panas apabila tidak dilakukan pengendalian tetap pekerja memiliki risiko yang besar untuk mengalami berbagai masalah kesehatan yang telah disebutkan diatas.

Realitanya, meskipun pekerja banyak yang telah mengetahui adanya risiko terkena dehidrasi akibat paparan suhu panas namun kenyataannya kebiasaan minum para pekerja rata-rata masih kurang baik. Padahal dengan adanya cairan dalam tubuh yang keluar maka perlu diimbagi dengan masuknya cairan ke dalam tubuh. Kebiasaan minum pada pekerja sebaiknya lebih diperhatikan dimana saat bekerja maka kebutuhan konsumsi air minum lebih banyak daripada saat tidak bekerja, jika pada umumnya konsumsi air minum adalah 8 gelas per hari maka pada pekerja harus lebih dari 8 gelas perhari atau sekitar 2liter perhari. Banyak penelitian juga menganjurkan agar pekerja yang berada di iklim panas untuk meminum setidaknya 1 gelas (sekitar 150cc) setiap 15 sampai 20 menit walaupun sebelum merasa haus. Sehingga dengan kebiasaan minum yang cukup dan teratur maka kebutuhan cairan saat bekerja dapat terpenuhi.

Dehidrasi pada pekerja dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif seperti penurunan konsentrasi, dan daya ingat sesaat, mempengaruhi suasana hati, dan semangat kerja, serta menurunkan kapasitas kerja fisik akibat kelelahan, lemas, atau pusing dan akan berdampak pada produktivitas kerja. Hal sederhana yang ternyata bisa berdampak lebih besar terhadap output utama dari usaha yang sedang berjalan, yaitu penurunan produktivitas bahkan lebih buruknya karena adanya penurunan konsentrasi pekerja juga lebih berisiko melakukan tindakan tidak aman (unsafe action), yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kejadian dehidrasi, pemilik usaha harus menyediakan tempat istirahat yang cukup teduh sehingga ada jeda bagi para pekerja untuk beristirahat dan tidak terkena paparan sinar matahari secara terus. Menerus dan apabila iklim panas sedang diluar normal bisa mengalihkan aktivitas pekerjaa kewilayah sei-outdoor. Selain itu untuk meingkatkan kebiasaan minum air saat bekerja pemilik usaha harus, menyediakan air minum yang cukup sesuai kebutuhan pekerja dan jumlah pekerja, memperhatikan asupan minum air pada pekerja dengan mengecek air minum yang telah disediakan apakah sudah dikonsumsi atau belum dan ditambahkan dengan elektrolit sebagai tambahan air minumnya karena Ketika manusia sudah mengeluarkan banyak keringat, untuk menyeimbangkan Kembali kandungan air dalam tubuh tidak cukup hanya mengonsumi air minum saja dan yang tidak boleh tertinggal harus secara terus menerus melakukan edukasi tentang dehidrasi seperti penyebab, ciri-ciri, dampak dan cara mencegah dehidrasi.

Penulis: Shintia Yunita Arini, S.KM., M.KKK.

Judul Artikel: Relationship Between Drinking Habits and Perceptions of Work Climate Dehydration Incidence in Shipping Companies™ Workers

Link Jurnal:

AKSES CEPAT