Radang gusi adalah peradangan yang ditandai dengan memerahnya gusi di sekitar gigi. Ketika sisa makanan di gigi dan gusi mengeras menjadi plak, terjadilah gingivitis. Untuk mencegah kerusakan gigi and gusi, gingivitis harus dicegah sesegera mungkin. Bila tidak tertangani, radang gusi akan menjadi parah dan berlanjut pada hilangnya tulang penyangga gigi dan menyebabkan tanggalnya gigi.
Kedokteran gigi regeneratif yang melibatkan penerapan teknik-teknik rekayasa jaringan mulai berkembang dan menjadi populer. Prinsip rekayasa jaringan tulang dilakukan dengan menggabungkan perancah yang biokompatibel, faktor pertumbuhan, dan sel punca yang kemudian dicangkokan ke daerah yang terkena dampak untuk meningkatkan remodeling atau regenerasi rusak jaringan. Sel punca pulpa gigi sulung (SHED) yang menunjukkan kemampuan diferensiasi osteogenik potensial yang mendukung regenerasi defek tulang adalah salah satu sumber sel punca mesenkimal unggulan yang bersumber dari rongga mulut. Sel punca tersebut ditanamkan pada perancah hidroksi apatit untuk memfasilitasi pertumbuhan sel secara optimal. Perancah hidroksiapatit telah sering digunakan di bidang kedokteran gigi untuk merangsang regenerasi tulang.
Melalui serangkaian penelitian yang dilakukan pada hewan coba, ditemukan bahwa implantasi perancah hidroksiapatit bersama dengan sel punca dari pulpa gigi sulung dapat menurunkan penanda prediktif keparahan penyakit periodontal yaitu Matrix metalloproteinase-8 (MMP-8). Lebih lanjut ditemukan bahwa gabungan perancah hidroksiapatit bersama dengan sel punca dari pulpa gigi sulung dapat memodulasi faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dalam tulang. Peningkatan jumlah VEGF menunjukkan kemampuan regenerasi tulang serta penyembuhan radang gusi karena VEGF mendorong proliferasi sel endotel, melepaskan enzim proteolitik, kemotaksis, dan migrasi; yang semuanya diperlukan untuk penyembuhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi stem sel pulpa gigi sulung dengan perancah hidroksiapatit pada defek tulang alveolar tikus dapat berkontribusi pada proses awal remodeling tulang alveolar.
Oleh: Tania Saskianti, drg., Ph.D., Sp,KGA, K-AIBK
Link:





