51动漫

51动漫 Official Website

Ilmuwan UNAIR Kembali Masuk Daftar Top 2 Persen Peneliti Dunia

Poster 51动漫 (UNAIR) menampilkan tujuh dosen dan peneliti yang masuk dalam daftar Top 2% Peneliti Dunia
Para ilmuwan UNAIR yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut antara lain Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD (FKp), Prof Dr Nursalam MNurs (Hons) (FKp), Prof Iman Harymawan SE MBA PhD (FEB), Prof dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD (FK), Prof Dr Santi Martini dr MKes (FKM), Prof Dr Ratna Dwi Wulandari SKM MKes (FKM), Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH (FKH) (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS Sejumlah ilmuwan 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar Top 2% Peneliti Dunia. Penghargaan tersebut dirilis oleh dan . Pencapaian ini menegaskan posisi UNAIR sebagai institusi riset yang unggul dan konsisten memberikan dampak bagi komunitas ilmiah global.

Para ilmuwan UNAIR yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut antara lain Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD (FKp), Prof Dr Nursalam MNurs (Hons) (FKp), Prof Iman Harymawan SE MBA PhD (FEB), Prof dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD (FK), Prof Dr Santi Martini dr MKes (FKM), Prof Dr Ratna Dwi Wulandari SKM MKes (FKM), Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH (FKH).

Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD, salah satu peraih penghargaan sekaligus Ketua (LPJPHKI) UNAIR, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukanlah prestasi individu semata. Menurutnya, hal ini merupakan cerminan dari ekosistem riset dan publikasi yang suportif di UNAIR.

淧encapaian ini merupakan refleksi dari 51动漫 di dalam membangun ekosistem riset dan publikasi yang tidak hanya berdampak, tetapi juga berkelanjutan, ungkap Prof Ferry.

Pemeringkatan ini berdasarkan pada dampak sitasi. Artinya karya para peneliti UNAIR mendapatkan pengakuan dan termanfaatkan secara luas oleh komunitas global. Salah satu contohnya adalah riset berdampak dari Prof Ferry mengenai kesehatan pekerja migran Indonesia. Riset tersebut berhasil mengidentifikasi berbagai hambatan dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang inklusif.

淪ekitar 24 studi saya dikutip oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) atau entitas global lainnya dan menjadi rekomendasi kebijakan, jelasnya. Hal tersebut menunjukkan bagaimana riset akademis dapat memberikan dampak nyata.

Sebagai pesan inspiratif bagi para peneliti muda, Prof Ferry menekankan pentingnya tiga hal utama, yakni kerja keras, kolaborasi, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. 淜eyakinan saya, pintar itu ke sekian, tapi yang penting kita tekun, kerja keras, dan disiplin. Itu yang akan membentuk dan mengarahkan capaian kita, tuturnya.

Pengakuan global ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas academica UNAIR untuk terus menghasilkan riset yang unggul dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan bangsa dan dunia.

Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin 

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT